lem aibon sebagai barang bukti

Laporan: Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Benjot, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Menerima adanya laporan dari warga, prihal adanya anak dibawah umur yang mengisap lem aibon. Setelah ditelusuri kebenarannya, ternyata benar, ada bocah yang menikmati lem aibon di kebun milik warga.

Minggu (21/7), mulai pukul 09.00 WIB, melakukan giat ‘Door to Door’ system’ kepada warga atas nama Dede (pelapor), warga Kampung Awilarangan RT. 03/04 Desa Benjot- Cugenang. Atas pelaporan tersebut Bripka Azmal H dan Sertu Dadang, menyikapi laporan itu, dengan berbagai upaya yang dilakukan, akhirnya ditemukanlah bocah penghisap lem Aibon itu.

Berikut nama-nama bocah penghisap Aibon Aris, Fikri dan Uden. Upaya yang dilakukan Bhabinmas dan Babinsa, membawa bocah-bocah tersebut ke rumah orangtua masing-masing, yang kemudian dilakukan pembinaan kepada orangtuanya supaya lebih memperhatikan pergaulan anaknya.

‘Artinya supaya bisa mberikan efek jera, bagi s anak’.

Kepada awak media Bripka Azmal H, menyampaikan, karena ini masih dibawah umur, jadi orangtua harus lebih ekstra dalam memperhatikan anaknya.

“Tujuan kami adalah agar orangtua selalu membimbing dan mengarahkan anak nya ke hal- hal positif seperti sekolah agama, jangan sampai mengkonsumsi/menghisap lem aibon lagi atau sejenisnya yang bisa membuat ketergantungan/kecanduan, ” katanya.

Lanjutnya, bila ternyata hal tersebut terulang, kami sebagai Bhabinkamtibmas dan Babinsa, akan bertindak tegas karena hal tersebut, akan berdampak buruk bagi dirinya sendiri dan anak- anak yang lainnya, ujar Bhabinkamtibmas Desa Dibukakan dan Benjot.

Hal senada pun dikatakan Babinsa Desa Benjot Sertu Dadang, luputnya pengawasan orang tua, pada saat anak-anak menjelang remaja bisa membuat anak salah bergaul.

“Diharapkan kepada orangtua, lebih inten dalam mengawasi anak dalam pergaulannya. Selain itu juga, kedekatan secara emosional harus lebih ditingkatkan, agar si anak tidak sungkan untuk berceritera atau curhat tentang segala hal yang ditemui dimasanya. Dan untuk di lingkungan juga, harusnya sudah dapat menilai atau membaca sikon apa lagi sering di temukan anak-anak,”

‘Artinya, Kepedulian terhadap anak harus lebih ditingkatkan jangan karena anak sendiri tidak terlibat, maka dilakukan pembiaran. Padahal lambat laun jika tanpa diawasi anak bisa terkontaminasi oleh pergaulannya’

Terakhir Sertu Dadang menghimbau, untuk warung (penjual) harus selektif, memiliki kecurigaab apabila ada anak yang membeli barang tersebut secara sering dan inten menurut logika gak masuk akal, jangan di layani. Bila perlu laporkan saja sama orangtuanya atau ke aparat setempat untuk di tindak lanjuti, pungkasnya.

Selamatkan generasi bangsa agar negara ini lestari dan tetap ada, pesan Sertu Dadang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here