BNN Kota Bandung peringati Hari Anti Narkotika Internasional

Liputan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, memperingati Hari Anti Narkotika Internasional  (HANI) Tahun 2018. Seharusnya HANI diperingati setiap 26 Juni. Namun karena tanggal tersebut  bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, maka baru bisa diperingati pada Sabtu (28/7)

Untuk tahun ini, HANI bertemakan, Listen First – Listening To Cheldren And Youth Is The First Step To Help Them  Grow Healthy And Safe (Mendengarkan anak dan remaja merupakan langkah pertama dalam membantu mereka tumbuh sehat dan aman)

Sedangkan untuk tema Nasionalnya adalah, Menyatukan dan menggerakkan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan Narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa Narkoba.

Hari Anti Narkoba Internasional yang diperingati setiap tahunnya memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Sehingga dibutuhkan sebuah gerakan menyadarkan seluruh umat manusia di dunia. Untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Berdasarkan hasil survey nasional, penyalahgunaan Narkoba di 34 provinsi tahun 2017 yang dilaksanakan BNN RI bekerjasama dengan pusat penelitian kesehatan Universitas Indonesia, diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba  sebesar 1,77  persen. Dari total penduduk indonesia sejumlah 3.376.115 orang pada kelompok  usia 10-59 tahun.  Selain itu, terdapat 12.000 orang meninggal setiap tahunnya.

Untuk Provinsi Jawa Barat, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba tahun 2017 berada diurutan ke 11 dari 34 provinsi. Dengan angka  prevalensi sebesar 1,83 persen atau sebanyak 645.485 orang dari jumlah populasi penduduk 35.242.100 pada kelompok usia  10 -59 tahun. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan penelitian yang sama di tahun  2014. Saat itu, Provinsi Jawa Barat berada di urutan ke 6 dengan angka prevalensi sebesar 2,41 persen.

Sementara untuk Kota Bandung, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan BNN Kota Bandung bekerja sama dengan STKS Bandung tahun 2015 adalah 1,49 persen dari jumlah populasi 1,732.748 orang kelompok usia 17 tahun ke atas. Sementara itu, untuk kasus penyalah gunaan Narkotika di Kota Bandung, berdasarkan data Polrestabes Bandung tahun 2017 adalah sebanyak 277 kasus dengan jumlah tersangka 373 orang. Tahun 2016 jumlah 243 kasus dengan tersangka sebanyak 326. Berdasarkan data tersebut dapat terlihat, jumlah penyalahgunaan Narkoba mengalami kenaikan. Sampai Juni 2018 terdapat 138 kasus dengan jumlah tersangka 180 orang.

Selain itu, munculnya jenis Narkoba baru atau New Psycoactives Substances (NPS) jadi menambah tantangan dan hambatan dalam upaya menanggulangi permasalahan Narkoba. Berdasarkan data yang dikeluarkan UNODC dalam World Drug Reports tahun 2017, sejak tahun 2009 sampai dengan 2016 telah terdeteksi sebanyak 749  NPS yang beredar di 106 Negara dan 71 jenis di antaranya sudah beredar di Indonesia dan sebanyak 65 jenis jenis sudah diatur didalam Permenkes no 7 tahun 2018.

BNN Kota Bandung telah melakukan sosialisasi, advokasi, Kampanye Stop Narkoba, melalui media cetak, elektronik, media online, dan media luar ruang. Yaitu, berupa pemasangan spanduk, baligho, Banner dan Stiker.

Sedangkan untuk upaya deteksi dini penyalahgunaan Narkoba, BNN Kota Bandung telah melakukan Tes Urine di lingkungan kementrian/lembaga sebanyak 203 orang, ASN Kota Bandung dan PemKot Bandung 1046 ASN. BUMN 261 orang. Se;ain itu, juga langkah-langkah lain, baik pencegahan maupun penindakan lainnya.

Peringatan HANI Tahun 2018 diselnggarakan di halaman Balai Kota Bandung. Acara tersebut dihadiri Kesbangpol, BNN dan penggiat Anti Narkoba.

Acara itu digelar untuk menyatukan dan menggerakan seluruh kekuatan bangsa dalam perang melawan Narkoba untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat tanpa Narkoba.

Sosialisasi serta pemahaman terus dilakukan terkait bahaya Narkoba. Baik terhadap pelajar, mahasiswa dan masyarakat juga termasuk dukungan oleh ASN dan kalangan instansi seperti TNI, Polri dan ASN, melalui tes urine dikalangan instansi.

Kepala BNN Kota Bandung AKBP. Siti Saudah, S.SOS,MH mengatakan, anak-anak,SD,SMP harus diberikan kegiatan yang positif dan Edukasi. Juga harus selalu dalam bimbingan serta berikan kegiatan. Seperti lomba menggambar dan kegiatan lainnya.

Kasus anak dibawah umur terkait penyalahgunaan Narkoba ada, tapi kecil hanya sekian persen. Satu atau dua kasus dan korban Narkotika dibawah umur harus melalui penelitian terlebih dahulu, baru diekspose.

BNN sudah bekerja sama dengan berbagai pihak. Baik dengan Satnarkoba Polrestabes maupun dengan layanan rehab. Ada sekitar 1,49 persen atau 25.000 lebih dan yang mendapat rehab ada 300 lebih pada tahun kemarin. Hal itu dilakukan setelah melalui akumulasi dengan tempat rehab yang menggunakan biaya BNN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here