Pemohon KTP-El di Disdukcapil Cianjur, membludak

Laporan : Sapta/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Belum lama ini Disdukcapil Cianjur mengumumkan, pencetakan KTP-El berpindah ke Surat Keterangan (Suket). Alasannya, 4000 Blanko yang dikirim bulan November 2019 lalu sudah habis.

Baru-baru ini, Disdukcapil mendapat pasokan Blanko KTP-El dari pusat sebanyak 10.000 keping untuk Kabupaten Cianjur.

Menyikapi hal tersebut, yang semula hanya membuka pelayanan 150 keping, kini meningkat menjadi 250 keping KTP-El/hari.

Saat ditemui awak media, Kamis (16/01). Plt Kadisdukcapil Popon Ajizah, mengatakan, untuk pelayanan tentunya pihak Disdukcapil harus melakukan jemput bola.

” Jemput bola yang akan dilakukan, seperti ke institusi atau lembaga-lembaga sekolah adalah untuk melakukan perekaman bagi pelajar yang sudah berusia 17 tahun,” ujarnya.

Lanjutnya, selain itu akan dilakukan juga ke desa-desa agar bisa melakukan pelayanan adminduk. Mengenai tanggalnya, akan dilihat  schedulenya bagaimana dan sesuai rencana tahunan saja.

” Menyikapi hal tersebut, ada yang sifatnya insidentil, ada juga yang tergantung dari permintaan, intinya kami siap memberikan pelayanan adminduk, seperti itu,” tambahnya.

Selain itu Popon juga menjelaskan, kegiatan sosialisai itu masih perlu ditingkatkan. Karena banyak masyarakat yang belum paham, bagaimana cara melengkapi persyaratan pembuatan adminduk tersebut.

Popon menambahkan, pihaknya akan terus bersosialisasi. Program 250 ini kan tergantung dari Blanko KTP-El dari pusat yang diterima pihaknya. Kalau besar/banyak, jumlah kuotanya akan dinaikan. Begitupun sebaliknya, tergantung permintaan.

“ Terus kita juga akan menanyakan ke pihak kecamatan yang jelas harus dibagi-bagi dan bagaimana cara mengaturnya, tapi yang kami prioritaskan tetep pemula,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya penumpukan pemohon adminduk di antrian pelayanan Disdukcapil, Plt Kadisdukcapil Cianjur menjawab, hal itu terjadi karena adanya informasi yang kami sampaikan. Baik itu melalui blog Disdukcapil sendiri maupun di medsos. “ Selain itu juga, mungkin dari mulut ke mulut antar warga kan bisa,” jawabnya.

Lebih lanjut Popon mengatakan, mensosialisasikan melalui blog ataupun media sosial tentang penyampaian informasi pelayanan, itu memang cukup bagus. Namun pihak Disdukcapil juga harus menyiapkan sarana dan fasilitas kesehatan, guna mengantisifpasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Menyikapi hal itu Popon Ajizah menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan.

” Ya untuk kedepannya, kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan, untuk menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here