Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com –  Orang tua siswa Kelas IX SMPN 2 Bojongpicung, Cianjur, keluhkan biaya praktek olahraga renang ke kolam renang Bagelen Kecamatan Karangtengah. Yaitu sebesar Rp.50 ribu per siswa untuk sekali renang. . Biaya praktek renang sebesar itu, dikutip langsung pihak guru olahraganya yakni, WS. Tentu saja kutipan dana seperti itu dituding sebagai dugaan praktek pungli yang dibungkus olahraga renang. 

Informasi yang dapat dihimpun, siswa kelas IX SMPN 2  Bojongpicung sebanyak 7 Rombongan Belajar (Rombel). Tiap rombelnya sebanyak 38 siswa. Seluruhnya diasuh guru olahraga WS. Sedangkan Kelas VIII dan Kelas VII diasuh guru olahraga lainnya.

Biaya praktek renang dengan nilai Rp. 50 ribu persiswa itu cukup mengagetkan para orang tua. Karena dinilai sangat memberatkan. Padahal, biasanya biaya renang hanya cukup dengan uang senilai Rp. 20 ribu atau Rp. 30 ribu per siswa. Hal itu telah terjadi dua kali yang dilaksanakan tiap Jumat.

Salah satu orang tua siswa yang minta namanya untuk tidak disebutkan mengatakan, biaya renang senilai Rp. 50 ribu per siswa itu, benar memberatkan orang tua siswa. Apalagi sekarang sedang musim peceklik. Karena itu diharapkannya, biaya untuk praktek renang jangan terlalu tinggi.

Sementara itu, guru olahraga Kelas VIII didampingi guru bidang studi lainnya, saat dikonfirmasi, Senin (25/02) di ruang penjagaan  piket Satpam, Agus Supriatna dan Egi mengatakan, mohon maaf pak, guru olahraga Kelas IX, WS tidak ada di tempat, karena sudah pulang duluan. 

Namun, ia membenarkan siswa Kelas IX, Jumat kemarin telah melaksanakan praktek renang ke kolam renang Bagelen Karangtengah, dibimbing guru olahraganya, WS. Tapi nilai nominal ongkosnya tidak mengetahuinya.

“  Entah berapa biaya  persiswanya, karena kelas IX itu bukan asuhan saya, untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan pada pihak yang bersangkutan,” kilah Agus yang diamini Egi. 

Dilain pihak, salah seorang pengamat pendidikan Erwin (50) menjelaskan, kutipan dana yang dibungkus biaya renang, seperti terjadi di SMPN 2 Bojongpicung, itu tergolong katagori pungli. Karena kutipan uang senilai Rp 50 ribu yang lokasi kolam renangnya jauh, itu terkesan direkayasa. . 

Padahal diera sekarang kolam renang yang memadai  untuk praktek renang siawa SD, SMP dan siswa SMA yang ada di Kecamatan Bojongpicung, Ciranjang dan Kecamatan Haurwangi, sudah ada di seriap kecamatannya masing-masing. Hanya tinggal menggiring siswanya ke kolam renang yang terdekat dengan biaya sewa angkot dan masuk kolam renang masing-masing. Sedangkan guru olahraga renangnya, hanya  tinggal mengikuti dan melaksanakan praktek di kolam renang. 

“ Sehubungan dengan adanya guru “nakal”, diharapakan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur segera menindak guru guru tersebut, karena hal itu merugikan pihak orang tua siswa dan membuat buruk citra pendidik,” ujar Erwin.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here