Peserta s silaturahmi akbar, di masjid Al-falah Gang Al-falah Cikaret Cianjur

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Jauh dari hingar bingar sudut kota, sekumpulan Komunitas Islami, adakan silaturahmi akbar, di masjid Al-falah Gang Al-falah Cikaret Cianjur, Sabtu (28/7).

Berangkat dari perbedaan, dengan latar belakang yang berbeda pula, namun Alloh telah memberikan yang terbaik bagi mereka yang sudah mendapatkan ilhamNya. “Dengan kuasanya tak akan ada yang tak mungkin bagiNya”.

Hadir dalam silaturahmi tersebut Bikers Muslim, Pemuda Hijrah Cianjur, ID, Santri On the Street, Cianjur Goes to Hijrah, Local Host dan komunitas-komunitas lainnya.

Adapun tema dalam pembahasannya “Adab dan Sunah Rosul”, yang dimana didalamnya bercerita tentang bagaimana, pemuda sebagai generasi bangsa dan agama dalam mengaplikasikan tatanan kehidupan Rosul dan para sohabatnya di jaman sekarang. Seperti halnya mengukur seberapa besar jiwa kita memiliki mental dan keberanian dalam membela Agama Allah SWT, yang berlandaskan ilmu dan keyakinan disertai dengan akhlak yang telah dicontohkan Rosul pada masanya.

Ketua Pemuda Hijrah Cianjur, Acuy mengatakan, kegiatan yang sudah dilaksanakan tadi adalah kegiatan perdana, dalam rangka mempersatukan komunitas atau kelompok para pembela agama Allah. Kedepannya Insya Allah akan dijadikan agenda rutin setiap satu bulan sekali.

Intinya, lanjut Acuy, jangan takut untuk hijrah. Karena  hijrah tidak sehoror yang kita pikirkan. Tetaplah menjadi diri sendiri tanpa harus meniru budaya yang memang kita tidak nyaman.

“ Saya berpesan, jadilah pembela agama Allah yang bersahaja, tanpa harus perang urat dan syaraf, berperang yang tidak jelas memperebutkan yang bukan milik kita secara hakiki,” ujarnya menegaskan.

Acuy juga berpesan, tundukanlah kepala dan hati hanya kepada sang pemilik alam semesta. Tetaplah menjadi orang yang bodoh di mata Alloh. Karena sejatinya kita sangat membutuhkan perlindungan dan pertolongan Allah kapan pun, dimana pun, dan sampai kapan pun. Supaya kita tidak menjadi orang yang angkuh dan sombong. Maka teruslah belajar, belajar dan belajar menuju kesempurnaan iman.

“ Ya, memang benar setiap orang suci pasti punya masalalu dan setiap pendosa pasti punya masa depan, kendati demikian tetap saja, semua kembali pada diri masing-masing, Perbedaan itu indah, jadi jangan takut untuk hijrah (berubah), keep istiqomah,” kata mang Jimmy menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here