Dihadapan petugas, Kakek bejad ini mengaku tak kuat menahan birahinya saat melihat celana dalam korban

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com  – Berdalih tak punya istri dan terlalu lama menduda, seorang kakek berusia 60 tahun, tega mencabuli anak SD usia 12 tahun.

Sano (60), seorang kakek tua tak beristri, kehilangan kendali, hingga tak kuat menahan birahinya, saat melihat Mawar (bukan nama sebenarnya) celana dalam Mawar. Hingga akhirnya, kakek tua renta warga Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan itu, melampiaskan napsu birahinya pada Mawar.

Usut punya usut, pengumbar napsu liar tersebut sudah hampir 10 tahun menduda. Ketika ditanya warga, kenapa sampai setega itu,  Seno berdalih sudah lama tak punya istri. Sehingga dirinya khilaf dan akibat nafsu bejadnya itu, kini Seno harus menjadi penghuni rumah tahanan Polsek Naringgul.

Saat dikonfirmasi awak media, Kapolsek Naringgul AKP Warsono,S.IP, membenarkan adanya kejadian kasus yang diduga telah terjadinya pencabulan oleh seorang kakek-kakek usia 60 tahun terhadap anak dibawah umur di wilayah hukumnya.

Berdasarkan keterangan hasil (BAP),  pelaku menjelaskan, pada saat jam istirahat sekolah, korban melihat pelaku sedang bekerja memotong bambu dirumahnya. Karena jarak rumah si pelaku dengan korban hanya berjarak sekitar 300 meter.

Pada saat si korban bermain ke rumah pelaku, korban jongkok sehingga kelihatan celana dalamnya. Hal itu kiranya mengundang  nafsu bejad si pelaku. Tak lama kemudian, hanya dengan memberi uang 2000 rupiah terhadap korban, si pelaku mengajak korban ke dalam rumahnya. Tanpa ada rasa curiga korban pun ikut kedalam rumah, sehingga  terjadilah pencabulan tersebut.

“ Menurut pengakuan si pelaku, perbuatan bejadnya itu hanya dilakukan satu kali saja,” jelas Warsono.

Selanjutnya Warsono mengatakan, terhitung sejak Januari sampai Agustus 2018, sedikitnya ada lima perkara yang sudah ditangani, di wilayah hukum Polsek Naringgul. “ Dua sudah putusan pengadilan, dua masih peroses, dan satu lagi sedang dalam penanganan,” tambahnya.

Untuk mengurangi angka pencabulan, kata Warsono, pihaknya  mengajak pada semua pihak, baik TP2A, Kepala Desa, para guru dan orang tua, untuk bahu-membahu meminimalisirnya. Hingga kasus serupa tidak terulang lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here