Ibu-ibu penerima Rastra datangi kantor Desa Mekargalh

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan ibu-ibu yang membeli  beras bantuan non tunai di Desa Mekargalih Kecamatan Ciranjang Cianjur, lakukan aksi unjuk rasa, Senin (12/08). Mereka mendatangi kantor desa. Pasalnya, beras yang mereka beli bau apek dan berwarna kuning. Selain itu, juga berasnya hancur alias bubuk.

Aksi warga tersebut diterima pihak kecamatan,  Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatan (TKSK), perangkat desa, BPD, Babinmas dan Babinsa. Perundingan dengan para pelaku aksipun  dilakukan di aula desa. Adanya para pengunjuk rasa, pihak desa tak bisa berbuat apa-apa. Pihak desa hanya bisa mengatakan, akan segera melaporkan kejadian tersebut pada CV Aku Ilham Bayubud Cianjur sebagai suplayer beras. 

Salah seorang warga Kp Pasir Gede, Desa Mekargalih yang ikut protes, Alis (45) mengatakan, protes tersebut dilakukan tiada lain hanya ingin minta keadilan. Karena beras untuk PKH yang dijual di E-Warung, harus memenuhi standar. Jangan seperti yang telah dijual  tiap bulan yang terkesan tidak bagus. Berasnya bubuk, berwarna kekuning-kuningan juga bau apek. Padahal dipasaran beras seharga Rp.10 ribu/Kg itu kualitasnya cukup baik dan layak untuk dikonsumsi. 

Alis juga mengatakan, sebelum melakukan aksinya tersebut, jauh sebelumnya telah  melakukan pengadukan pada pihak desa sebanyak 3 kali. Namun hingga kini belum ada realisasinya. Karena itulah,  pihaknya bersama warga mendatangi kantor desa ingin ketemu Pak Kades Mekargalih, untuk minta diuruskan. Karena kualitas beras harus bagus, sesuai dengan harga yang dicantumkan pemerintah Rp.11/ Kg nya. 

“ Meski jawabannya kurang memuaskan, namun ada kesiapan untuk melaporkannya pada pihak suplayer beras, masyakat berharap beras yang dijual di E-Warung kondisinya baik,” ucap Alis. 

Sementara itu, TKSK Ciranjang Imas Suryatini menjelaskan, pihaknya selaku pembimbing PKH akan bekerjasama dengan pihak Kecamatan Ciranjang dan akan segera melaporoannya kejadian pada pihak suplayer beras. 

Selain itu, ia menegaskan  bila kualitas beras kurang baik apalagi bubuk, kusam, kekuning kuningan silahkan tolak jangan dibeli dan langsung laporkan pada pihaknya. “ Nanti akan ditindaklanjut dilaporkan pada pihak suplayer dan pada dinas instansi terkait,” ucap Imas. 

Dilain pihak, salah seorang pemantau pembangnan Sosial Kabupaten Cianjur, Iwan Yusup menambahkan, jumlah penerima PKH di Kecamatan Ciranjang kurang lebih sebanyak 5280 KK dan penerima PKH di Desa Mekargalih sebanyak 430 KK. Itu semua telah memiliki kartu yang tiap bulannya ditransper uang dari pihak Pemerintah Pusat senilai Rp.110 ribu/KK.

 Menurut Iwan, kualitas beras buruk, bubuk, kusam itu terjadi bukan hanya di Desa Mekargalih saja. Tapi terjadi hampir di seluruh desa yang ada di Kabupaten Cianjur. Kualitas berasnya jelek, tidak memenuhi standar jual seharga Rp.11 ribu/Kg nya. 

“ Hal itu terjadi, diduga adanya permainan suplayer beras yang mementingkan keuntungan pribadi, dengan adanya itu diharapkan pada pihak dinas instansi terkait mohon adanya ketegasan, bila perlu suplayernya ditindak tegas ganti dengan suplayer yang benar-benar bertangung jawab pada aturan yang telah disepakati pihak pemerintah,” kata Iwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here