Bengkel 'Papap Speed House'

Laporan: shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Dunia olahraga trabas nampaknya semakin marak dan banyak digandrungi masyarakat. Hal tersebut seakan memberikan peluang baru bagi kaula muda di Cianjur.

Ada keinginan mengikuti untuk mengikuti trabas. Namun keadaan tidak memungkinkan dengan keadaan perekonomian yang masih sealakadarnya saja. Karenanya membuat mereka berpikir 180 derajat. Sehingga tercetuslah ide-ide membangun motor trabas dari motor matic.

Maka dengan melihat tutorial-tutorial di youtube, para penggemar trabas mencoba mengaplikasikan ke dunia nyata. Salah satu bengkel ‘Papap Speed House’ milik Rikeu Risvilon (31) yang beralamat di Kebon Manggu Cikaret Cianjur.

Dari hasil kerja keras yang penuh antusias, sekelompok anak muda mencoba melakukan berbagai eksperimen. Maka terbangunlah motor-motor matic siap libas tanah berlumpur.

Saat ditemui awak media, Jum’at (2/11) Rikeu menuturkan, keinginan untuk mengikuti trabas sangat tinggi. Tapi mungkin semua juga tahu bahwa harga motor dan perlengkapannya pun, cukup mahal buat para kaula muda. “ Tapi dengan niat dan usaha yang maksimal, kita disini saling bahu membahu dan terbentuklah Cianjur Vanbelt Trail, yang anggotanya adalah penggemar trabas yang mengendarai motor matic,”  tuturnya.

Kini bengkel home industri yang berdiri sejak tahun 2012 ini, mulai banyak dilirik orang. Bahkan tidak hanya pembalap trabas dari Cianjur saja, melainkan ada juga yang dari luar kota.

Disinggung mengenai ide awal membuka bengkel, Rikeu menjelaskan,  pada 2011 silam, berangkat dari hobi trabas yang kebetulan pake motor matic. Mungkin di Cianjur ini belum ada bengkelnya, sehingga tercetuslah ide membuka bengkel tersebut dan mungkin ini yang pertama. “ Karena belum ada di Cianjur. Nah, berhubung belum memiliki cukup modal, maka jadilah bengkel di rumah kontrakan ini,” jelasnya saat ditemui di rumah kontrakan yang dijadikan bengkel.

Seiring berjalannya waktu, pasien pun mulai berdatangan dari dalam dan luar kota. Berangkat dari hobi yang sama, sehingga satu sama lain saling mengenal, dan pada tahun 2015 terbentuklah komunitas Motor Trabas Matic dengan nama club ‘CIANJUR VANBELT TRAIL’, terangnya.

Melihat situasi dan kondisi di Bengkel Papap Speed House, nampak berbagai pekerjaan sedang dikerjakan. Usut punya usut di bengkel tersebut tidak hanya membangun motor trabas berbahan matic saja, melainkan terima service motor standar, pengecatan, service injektor, service karbulator, tune up dan service-service motor lainnya.

Rikeu, juga mengatakan, di bengkel miliknya itu pekerjaan numpuk. Namun peralatan yang kurang memadai, sehingga proses pengerjaannya cukup memakan banyak waktu. “ Kami berharap pemerintah mau menggelontorkan modal bagi para UKM termasuk pada Bengkel Mandiri untuk mengurangi angka pengangguran di Cianjur,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here