Ai Rukoyah saat melapor ke petugas di Polsek Sukaluyu

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Ai Rukoyah (47), Bendahara Desa Ciranjang Kecamatan, Cirannjang, Cianjur, tasnya yang berisi uang tunai  kurang lebih senilai Rp. 50 juta dan surat surat penting, raib dijambret orang tak dikeal. Kejadian tersebut terjadi di jalan raya Cianjur – Bandung tepatnya di Tungturunan, Kecamatan Sukaluyu, sebelum Jembatan Cisokan, Kamis (29/11) sekira pukul 10,00 WIB.

Korban saat dikonfirmasi mengatakan,  sepulangnya membayar PBB dari Kantor Bapeda Cianjur, ia pulang dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Ia tak menyangka tasnya yang diselendangkan di badan akan dijambret dua orang tak dikenal dengan mengendarai motor Mio hitam tanpa plat nomor.

Saat itu, kata Ai, arus lalu lintas di belokan Tungturunanan sebelum jembatan Cisokan sedang kosong. Tidak ada kendaraan lewat dan tidak ada orang di pinggir jalan. Hingga saat ia menjerit minta tolong pun seakan tidak ada yang mendengar dan melihatnya.

Setelah kejadian tersebut, langsung balik arah  melapor pada pihak Kepolisian Sukaluyu. Tak lama kemudian Kepala Desa Ciranjang dan Kasi Trantib Kecamatan Ciranjang, datang guna mendampingi korban melapor kejadian  pada pihak Kepolisian.

Ai Rukoyah mengaku, di dalam tas itu, berisi uang tunai senilai Rp. 50 juta, KTP, SIM A, SIM C,  STNK Secopy dan STNK Honda Supra. “Seluruhnya raib dibawa kabur dua orang penjambret,” akunya.

Sementara itu, penyidik dari Polsek Sukaluyu, Brigadir Dian Hidayat mengatakan, memang benar, pihaknya menerima laporan dari warga Ciranjang Ai Rukoyah selaku Bendahara Desa Ciranjang.

Ai Rukoyah melaporkan, dirinya telah mejadi korban penjambretan orang tak dikenal yang lokasinya berada di wilayah kerja Kepolisian Sukaluyu. “ Laporan korban tersebut, akan ditindaklajuti dengan melakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut, ucap Dian.

Dilain pihak, Kepala Desa Ciranjang, H Deden Efendi menjelaskan, uang yang ada ditas bendahara itu, sebesar Rp. 50 juta seluruhnya milik Pemerintaha Desa Ciranjang. Rencananya uang tersebut akan diterapkan pada pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Sebenarnya, kata Deden, pihaknya sering memberi tahu, uang pembangunan harus diambil sesuai kebutuhan. Setelah diambil harus langsung dialokasikan sesuai peruntukannya.

Deden menyebutkan, Uang yang raib dibawa kabur penjambret itu, merupakan uang pengambilan dari Bank dan, sudah cukup lama. Yaitu sekitar  tiga hari yang lalu. Kalau langsung dialokasikan mungkin aman dari penjamret.

“ Kami sering memiberitahukan,  jangan membawa uang dalam tas apalagi saat bepergian jauh, ambil uang sesuai kebutuhan dan langsung alokasikan,” kata Deden pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here