Ilustrasi

Laporan : Sandi/Dhani/AC

Cianjur, metropuncaknews.com – Selama bulan Juli 2020, Polres Cianjur berhasil mengungkap lima kasus tindak asusila di wilayah hukum Cianjur.

Adapun lima kasus tersebut adalah satu kasus pemerkosaan oleh MI (20), dua kasus pelecehan anak dibawah umur oleh BK (52) dan DN (61), kemudian dua kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh EY (48) dan LH (36).

Kapolres Cianjur melalui Wakapolres Cianjur Kompol Hilman Muslim membenarkan adanya lima kasus tindak asusila tersebut.

” Benar ada lima perkara/kasus yang sudah kami ungkap selama bulan Juli ini, yaitu satu pemerkosaan, kemudian dua TPPO dan dua persetubuhan dibawah umur,” ucap Wakapolres Cianjur dalam Konferensi Press, Senin (20/07) di halaman Mapolres Cianjur.

Lanjut Hilman, pihaknya berharap, rekan-rekan media bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Cianjur.

” Ya, artinya berkaitan dengan tindak pidana yang sudah sampaikan tadi, undang-undang perlindungan anak kemudian perdagangan orang dan pemerkosaan,” harapnya.

Selanjutnya Hilman mengatakan, rata-rata korbannya perempuan. Apalagi yang dua terakhir tadi perlindungan terhadap anak yang masih dibawah umur itu menjadi kewajiban kita semua untuk melindunginya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pihak Kepolisian menjerat para tersangka dengan pasal berbeda-beda. Yakni, pelecehan di bawah umur dengan Pasal 81 Ayat 1, 2 dan 3 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta denda paling banyak lima miliar rupiah.

Untuk kasus pemerkosaan dijerat pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana selama-lamanya 12 tahun.

Prostitusi online dikenakan Pasal 2 atau Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 ancaman hukumannya paling singkat tiga tahun serta paling lama 15 tahun dan TPPO dikenakan Pasal 4 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 ancaman hukuman pidana paling singkat tiga tahun serta paling lama 15 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here