Jalan Lingkungan penyumbang isva

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pembangunan rabat beton jalan lingkungan  di Kampung Simpay RT 01/05, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, dengan ukuran pajang 120 meter, lebar 250 meter dan ketebalan 15 Cm, yang dikerjalan CV. Farhan Bersahaja  602.4/PPK/SPK.463-PKP.2.03/019, diduga tidak susuai Bistek, pasalnya belum genap satu bulan selesai dibangun, kondisinya sudah ambrol, melepuh berdebu. 

Bila dilewati mobil dan motor, jalan tersebut mengepul berdebu, hingga masuk ke dalam rumah warga yang ada di pinggir jalan, tentu saja hal tersebut membuat jengkel warga yang ada disekitar lingkungan jalan. 

Salah seorang warga Setempat, Asep Usman Basuni yang akrab disapa Asbas (52) menjelaskan, pembangunan rabat beton jalan lingkungan di Kampung Simpay RT 01/05, Desa Sukajaya, yang dikerjakan CV. Farhan Bersahaja. Pada saat pengerjaan berlangsung pun sempat didemo warga setempat terutama para pemuda. 

Karena matrial rabat beton, seperti batu sprit dan pasir yang diterapkan kualitasnya  tidak sesuai Bistek, melainkan menggunakan batu sprit yang berasal dari galian C, (sampah galian C), material pasir mirip tanah merah dan semen alakadarnya. Pada  saat itu pihak pengusaha berjanji akan merubah material dengan kualitas  bagus yang  sesuai dengan Bistek.

Tapi setelah pendemo bubar, ternyata pihak pengusaha masih menggunakan material yang ada sampah galian C. Ternyata benar adanya bahwa kualitas jalannya  jelek, hingga belum genap satu bulan setelah selesai dibangun sudah melepuh, ambrol berabu. 

Dengan adanya itu, pihaknya menyesalkan adanya pembangunan rabat beton jalan tersebut, karena pembangunan jalan bukannya untuk mensejahterakan warga, melainkan menyengsarakan warga.

“Warga yang ada dilingkungan jalan tiap hari harus rela menghirup udara yang berdebu,” Ucap Asbas. 

Sementata itu, salah seorang pengamat pembangunan warga Kecamatan Bojongpicung, Erwin (52) menambahkan, memang benar adanya bahwa pembangunan cor beton atau rabat beton, yang ada disetiap jalan desa dan jalan lingkungan itu pengerjaannya  kadang tidak mengedepankan kualitas, melainkan menhedepankan  keuntungan pribadi, hingga kualitasnya jelek. 

Hal itu terjadi seperti pembangunan jalan lingkungan di Kampung Sampay, Desa Sukajaya, kualitasnya jelek, ambrol, berdebu, hingga warga setempat dan pengguna jalan akan mengakibatkan dampak negatif, akan mengidap penyakit Isva.

“pembangunan corbeton jalan kualitas jelek jangan harap akan mensejahtrakan warga, melaikan menyengsarakan  akan menyebar penyakit Isva,” jelas Erwin pada awak media kemarin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here