Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini YS terpaksa harus berurusan dengan hukum

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Entah setan gundul mana yang merasuki pikiran YS (27) warga Naringgul Cianjur Selayan. Hingga ia nekad mengagahi Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Akibat perbuatan bejad YS itu, kini Bunga hamil 5 bulan. Sedangkan YS terpaksa harus mendekam di ruang tahanan Polsek Naringgul dengan mengenakan pakaian khasnya berwarna orange.

.

Menurut keterangan, Bunga yang masih polos dan berparas cantik itu, menjadi korban predator anak, sehabis pulang mengaji.

Orang tua korban Abah Dani (75), sempat pingsan saat mendengar anak perempuannya no 5, sudah mengandung 5 bulan.

” Anak saya, ketahuan mengandung pada saat diperiksa ke bidan,  awalnya saya mencurigai kenapa Bunga sering mengalami sakit dibagian perutnya. Anak saya ini padahal rajin belajar dan mengaji, rencananya keluar SMP mau melanjutkan ke SMA,” kata Bah Dani, Selasa (18/02).

Lanjut Dani, ia merasa sakit hati setelah mengetahui anaknya hamil. Bunga R mengaku sudah disetubuhi dengan cara diperkosa YS 5 bulan kebelakang sepulang ngaji.

” Keluarga saya hancur gara-gara YS, anak saya yang masih mengenyam pendidikan telah menjadi korban perbuatan bejat YS, terus terang dunia akhirat saya tidak terima. Saya mohon kepada pihak Kepolisian, agar menghukum pelaku seberat-beratnya sebab sudah mengahncurkan masa depan anak saya,” ungkapnya dengan nada sedih.

Terjadinya kasus pencabulan tersebut, dibenarkan Kapolsek Naringgul Iptu Sumardi, SH. Sumardi mengatakan, benar telah terjadi pencabulan di wilayah hukum Polsek Naringgul. Kini pelakunya  sudah diamankan, dan menjalani penyidikan.

Selanjutnya Sumardi mengatakan, berdasarkan keterang pelaku, pencabulan itu dilakukan pada hari Minggu bulan Agustus 2019, sekira pukul 20.00 WIB. Awalnya pelaku sering melihat korban berangkat dan pulang ngaji di masjid berjalan kaki lewat depan rumahnya sendirian.

Pada saat istri pelaku tidak ada di rumah, ia memanfaatkan moment tersebut. Karena keadaan malam itu sepi dan korban berjalan sendirian, pelaku langsung mencegat korban dan langsung menutup wajah korban dengan kain sarung dengan tangan kirinya supaya korban tidak teriak. “ Kemudian menyeretnya ke rumah serta mengancamnya dengan mengatakan jangan bilang-bilang sama orang lain,” ujar Sumardi menirukan ucapan YS.

Lebih lanjut Sumardi mengatakan, korban yang masih duduk dibangku sekolah, kini sedang mengandung bayi akibat perbuatan YS.

” Pada pelaku kita jerat dengan pasal 81 ayat 1 junto pasal 76D UU-RI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah (Perpu) No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 tahun 2016 tentang perlindungan Anak, pelaku diancam dengan hukuman pidana paling singkat 5 tahun penjara, paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 ( Lima Miliar Rupiah),” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here