INilah menanam padi dengan cara diaseuk

Laporan : Sandi.

Cianjur, metropuncaknews.com – Awal tahun 2020 intensitas hujan memang cukup tinggi. Bahkan di wilayah Jabotabek, saat ini masih tergenang banjir.

Namun kenyataan tersebut, berbanding terbalik dengan beberapa kecamatan di Cianjur Selatan. Ada beberapa kecamatan yang mengalami kekeringan.

Berikut kecamatan-kecamatan yang masih mengalami kekeringan. Kecamatan Naringgul, Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta, Cibinong dan Leles.

Para petani di wilayah kecamatan tersebut hanya bisa pasrah menerima keadaan. Di daerah lain, air ada yang sampai meluap. Sedangkan mereka harus meratapi nasibnya karena belum mendapat pasokan air.

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh para petani yang memiliki modal besar, untuk mengairi ladang/sawahnya. Mereka menggunakan mesin diesel untuk menyedot air dari sungai. “ Itu pun kalau memang masih ada air melimpah di sungai,” ujar salah seorang petani.

Menyiasati ketidak tersediaan air tersebut, sebagian petani di Kampung Pesawahan Rawakalong Desa Nagasari Kecamatan Leles, serta di Desa Bojongterong Agrabinta, Cianjur Selatan, Jawa Barat, paraa petani terpaksa menanam padi dengan cara di aseuk atau di huma. Padahal para petani sebetulnya sudah menanam benih padi di persemaiannya yang sudah tumbuh tinggi.

Adalah Hasan (52), salah seorang petani asal Kacamatan Leles. Hasan mengatakan, demi mangikuti musim bertani tiba, para petani terus mencari jalan lain supaya tidak ketinggalan ketika musim panen tiba.

“ Secara garis besar sawah di daerah kami belum tergenangi air, adapun sebagian petani yang menyedot air mengunakan mesin diesel dengan cara menyewa dari petani lainnya. Namun bagi petani yang tidak cukup modal, mereka menanam padi dengan cara di aseuk atau huma, alasannya ya itu tadi, tidak adanya air untuk pesawahan,” kata Hasan saat dihubungi via telepon sellular, Sabtu, (04/01).

Terpisah, salah seorang petani asal Kecamatan Agrabinta Yanto (40) mengatakan, betul kalau di wilayah lain intensitas hujan sudah cukup tinggi. Tapi di daerahnya belum seperti itu. Sehingga sawah dan permukiman warga pun masih kekeringan.

“ Melihat di televisi dan media sosial facebook kalau dibeberapa daerah seperti Bogor, Bekasi, Jakarta, Banten, Tangerang, insenitas hujan tinggi besar sehingga mengakibatkan banjir, tapi di Kecamatan Agarabinta dan Leles curah hujan masih belum maksimal, kami dengan warga lainya terpaksa menanam padi dengan cara di asek atau huma,” katanya.

Sementara Sekrtaris Desa (Sekdes) Pusakasari H. Mansyur pun membenarkan keadaan tersebut. Dia mengatakan, warga di pesawahan Cijeruk Desa pusakasari Kecamatan Leles pun menanam padinya beralih dengan cara huma yang cara menanama padinya dengan cara di aseuk.

“ Itu cara bertani yang bisa dilakukan warga kami, mengingat pasokan air tidak ada,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here