Laporan: shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Para petani gula aren di wilayah Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya kenaikan tersebut membuat harga gula aren menurun. Hingga penyuplai gula aren terbesar dari Cianjur Selatan, harus mengalami kerugian yang sangat besar.

Diakui pada petani gula aren, ribuan ton perharinya gula-gula aren tersebut dikirm ke Kabupaten Bandung. Namun sayang setelah bulan Ramadahan selesai, harga gula aren kembali turun.

Harga pasaran gula aren hanya berada dikisaran Rp. 8.000,-/Kg. Adapun penjualan paling tinggi hanya mencapai Rp. 9.000,-/Kg.

Seperti yang dikatakan Adul (52) petani gula asal Naringgul, tengkulak gula saja hanya berani membeli Rp 8000,-/Kg.

” Kalau BBM naik harusnya harga gula aren ikut naik, tetapi kali ini malah terbalik, harga gula aren menurun. Berbeda dengan sebelumnya, sewaktu menjelang bulan Ramdahan, harga gula aren masih tinggi, harganya mencapai Rp. 12.000,-/Kg,” kata Adul, Rabu (11/7).

Adul berharap, harga gula aren kembali stabil. Apalagi disaat BBM naik, harga bahan pokok pun turut naik. “ Nah, seharusnya harga gula aren juga ikut naik, bukanya jadi turun,” tukasnya.

Menurut dia, harga jual sekarang hanya mencapai dikisaran Rp.8.000,- hinga Rp.9.000,-/Kg, tergantung kwalitas gulanya. Belum lagi harga kayu bakar perkubiknya mahal. Bagaimana tidak rugi, kalau harga gula aren hanya dikisaran Rp. 8.000- sampai Rp. 9.000,-, apalagi harga gula kelapa sudah tidak berharga lagi. “ Makanya ada sebagian petani menjual bahan niranya atau bahan arennya saja,” kata Suryaman (40) petani arendi wilayah Cianjur Selatan.

Sementara itu salah seorang tengkulak atau bandar gula aren yang biasa menampung gula-gula aren dari para petani, Herli (35) menjelaskan, ia membeli dari para petani dikisaran harga Rp. 8500,-/Kg ada juga yang Rp. 9000,-, tergantung kewalitas gulanya.

” Penjualan ke Kabupaten Bandung dikisaran Rp. 9500,-/Kgnya, memang kalau harga jual gula setelah bulan Ramadhon merosot, jadi kami juga sebagai penampung gula bingung kalau harga dari kami dinaikan, sementara penerimaan di kota, harganya turun,” kata Herli.

Selanjutnya Herli berharap, harga gula aren bisa kembali naik, apalagi disaat situasi harga BBM naik. “ Seharusnya harga gula aren juga ikut naik,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here