Laporan : Sam /Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Bangunan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Melati 5 yang berlokasi di Kampaung Kajarkajar RT 01 /05 Desa Kertasari Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, ambruk dan nyaris rata dengan tanah, Sabtu (13/03-2021) sekira pukul 12.20 WIB. Diduga kuat, kejadian tersebut terjadi akibat konstruksi bangunan kurang memenuhi standar.

Tak ada korban jiwa pada kejadian ambruknya bangunan PAUD tersebut. Hanya pihak sekolah menderita kurugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dapat dihimpun di lokasi kejadian, ambruknya bangunan Paud Melati 5 itu, terjadi di siang bolong sekitar pukul 12.20 WIB. Hal itu terjadi diduga akibat konstruksi bangunan bagian atap tidak sesuai Bistek. Sebab kalau dilihat dari lama bangunan,  baru sekitar 6 tahun.

” Gedung Paud Melati 5 Kampung Kajarkajar dibangun pada 2014 yang dibiayai dari anggaran PNPM dan serang terjadi ambruk tanpa ada penyebab angin atau hujan lebat, tapi ambruk dengan sekita,” tutur Kepala Paud Melati 5, Lilis Holisoh.

Sementara itu, Ketua RW 05 Desa Kertasari, Oman Bahrudin (47) menambahkan, bangunan gedung Paud Melati 5 ambruknya bangunan PAUD tersebut, tentu saja membuat kaget warga sekitar. Karena suara gemuruhnya reruntuhannya cukup keras.

Beruntung saat itu, kondisi di dalam kelas sedang kosong. Tidak sedang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Karena sekarang itu seluruh siswanya sedang belajar di rumah atau yang lebih dikenal belajar daring.

Akibat ambruknya bangunan PAUD tersebut, sebanyak satu ruangan belajar dan satu kantor sekarang kondisi bangunan kantornya sudah miring dan hampir ambruk. Karena itu, diharapkan  pada pihak Pemerintahan Desa Kertasari, agar puing bangunan yang masih berdiri mohon segera dibongkar. Karena takut ambruk menimpa bangunan rumah milik warga setempat

Selain itu, pihaknya memohon bangunan Paud tersebut segera dibangun kembali. “ Agar seluruh siswa Paud Melati 5, kedepannya bisa belajar lagi di gedung PAUD dengan nyaman dan aman,” ujar Oman.

Dilain pihak, Kepala Desa Kertasari H. Muhamad Rudayat (60) menegaskan, pihaknya selaku Kepala Pemerintahan Desa Kertasari akan segera membongkar puing yang masih berdiri. Membereskan dan mengevakuasi material rerentuhan sekolah PAUD yang ambruk.

 “ Mengenai dibangunnya kembali bangunan Paud Melati 5, itu sebelumnya akan dilakukan dulu musyawarah dengan BPD dan tokoh masyarakat setempat, supaya dimasukan pada anggaran pembangunan perubahan,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here