Bangunan diatas DAS akan segera dibongkar

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda)  Provinsi Jawa Barat (Jabar) no 4 tahun 2008, bangunan yang berada diatas Daerah Aliran Sungai (DAS) wajib dirobohkan dan pelanggarnya bisa mendapat sanksi pidana.

Pemerintah serta DPRD Kabupaten Cianjur sepakat untuk tidak membenarkan keberadaan bangunan yang berdiri di dekat DAS. Apalagi sampai dibangun hingga menutupi aliran sungai. Merobohkan bangunan di dekat DAS, selain menegakan aturan juga merupakan tindakan menjaga lingkungan.

Alasan kenapa harus dirobohkan, hal tersebut diduga menjadi biang kerok terjadinya banjir. Seperti kita ketahui beberapa waktu yang lalu, Cianjur Kota tepatnya di jalan Mangunsarkoro terjadi banjir hanya dengan diguyur hujan derassebentar saja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur, H Dedi mengungkapkan, sejak 2017 Pemkab Cianjur sudah tidak lagi memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yang akan didirikan di dekat DAS.

Dirinya memahami betul mengenai aspek tata ruang tersebut, beranggapan bangunan di dekat DAS apalagi hingga menutupi aliran sungai dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan sumber kehidupan.

“ Seperti kita ketahui bersama, kalau air adalah sumber kehidupan manusia. Maka dari itu, air dan lingkungannya harus kita hindari daripada hal yang membahayakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dedi mengatakan, untuk mendirian sebuah bangunan di Cianjur masih terhampar luas tanah untuk digunakan. Jangan sampai, mendirikan di dekat DAS. Pasalnya, selain melabrak aturan, hal tersebut tergolong prilaku tidak baik, sebab enggan merawat lingkungan.

“ Alam dan seisinya adalah sumber kehidupan kita sebagai manusia, maka alangkah indahnya jika kita mampu merawatnya dan menyayanginya,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD Cianjur, Muhammad Isnaeni menegaskan, pihaknya setuju dengan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengenai perobohan bangunan di dekat DAS, apalagi hingga menutupi aliran sungai. Pasalnya, sikap tegas tersebut perlu diambil dilakukan, mengingat beberapa waktu kebelakang Cianjur memiliki masalah baru dengan lingkungan.

“ Tidak menutup kemungkinan, bangunan di dekat DAS menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di Cianjur. Maka dari itu, pengawasan terhadap masalah ini akan kami tingkatkan,” tegasnya.

Jika ditemukan, kata Isnaeni, pihaknya akan segera bertindak. Komisi I menurutnya, akan meninjau ke lokasi yang dimaksud dan jika terbukti akan menekan pemkab melalui dinas terkait untuk menindak tegas bangunan tersebut.

“ Robohkan saja. Apalagi kalau hasil tinjauan kami disimpulkan bangunannya melanggar aturan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here