Salah satu baligo yang dicorat-coret oarang tidak dikenal

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Tertangkapnya Bupati Cianjur IRM dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Rabu (12/12) lalu, nampaknya membuat kekecewaan masyarakat Cianjur. Sebagai pelampiasan kekecewaan dan kemarahan warga itu, baligo dan poster Calon Legislatif (Caleg) Partai Nasdem dirusak atau dicorat-coret warga. Seperti yang terjadi di Kecamatan Cipanas dan Sukaresmi.

Ditemukan metropuncaknews.com, Selasa (18/12) kemarin, ada baliho dan poster yang dirusak orang tak dikenal di Jalan Raya Cipanas, Desa Sindanglaya, Jalan Raya Cimacan, Kecamatan Cipanas, dan beberapa tempat di Kecamatan Sukaresmi. Dalam baliho yang dirusak tersebut, dituliskan ‘OTT PEMERAS RAKYAT’, menggunakan cat semprot (pilox,red).

Namun, melihat warna cat, gaya huruf dan tulisan yang sama, diduga hal tersebut dilakukan oleh orang yang sama.

Menyikapi hal itu, Humas DPC Nasdem Kecamatan Cipanas, Adang Jamaluddin mengungkapkan, dari awal sebetulnya hal ini tidak tahu. Pihaknya sangat menyayangkan dengan kejadian seperti itu. Sebetulnya jangan sampai disangkutpautkan dengan OTT yang dilakukan KPK pada orang nomor satu di Kabupaten Cianjur.

” Kami akan turunkan baliho-baliho yang memang sudah dirusak dan dicorat-coret, serta akan menggantinya dengan baliho yang lebih kecil dan ditempatkan di tempat yang tidak menggangu orang lain,” jelasnya.

Diakuinya, pasti ada dampak dari OTT yang terjadi di Cianjur waktu itu. Adang berharap, semua itu tidaklah berkelanjutan, apalagi merusak baliho-baliho yang sudah terpasang.

” Kita sebagai umat muslim janganlah sampai menghujat terus seseorang yang bersalah. Karena setiap manusia, belum tentu benar selamanya,” kata dia.

Ditambahkan Adang, pihaknya tidak akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan melaporkan ke pihak kepolisian. Bahkan akan lebih mawas diri dengan tindakan yang belum diketahui tersebut.

” Kami akan lebih mawas diri, dengan kejadian ini. Kami sebagai penanggung jawab penuh di wilayah Cipanas, akan berhati-hati dan gak akan membalasnya. Hanya Tuhan saja yang akan membalasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Cianjur, Usep Agus Jawari mengatakan, dengan adanya pengrusakan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK), sebenarnya siapa pun tidak boleh merusak ataupun mencorat-coret.

” Kami mengajak dan mengimbau ke semua pihak, mari kita hormati proses demokrasi sesuai dengan peraturan APK yang sudah dibolehkan. Dan kami pun masih mendalami hal tersebut. Karena belum ada laporan secara khusus kepada Bawaslu,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here