Pemuda Hijrah Cianjur, nampak sedang berkumpul di tempat Mang Iyus menjual Bajigur

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Merupakan salahsatu kearifan lokal, tak kala kita melestarikan jajanan makanan dan minuman yang menjadi ciri khas daerah. Seperti di Jawa Barat, jajanan yang cukup dikenal  salah satunya adalah Bajigur.

Mang Iyus warga Gg. Mawar RT 02/05 Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Cianjur, sudah bertahun-tahun berjualan Bajigur di Cianjur. Setiap harinya ia mulai berjualan setelah shalat subuh sampai pukul 12.00 WIB.

” Karena sudah jarang yang jualan Bajigur saat ini, maka saya berupaya untuk melestarikan kearifan lokal ini, yaitu dengan mempertahankannya, sehingga tak jarang mendapat pesanan katering dari instansi pemerintah maupun swasta,” aku Mang Iyus.

Disinggung mengenai penghasilan, Mang Iyus menjawab penuh harap. Dalam sehari paling ia hanya mendapatkan uang kurang lebih seratus ribuan. Tapi kalau lagi ramai bisa dapat dua ratus ribuan lebih. “ Besar harapan saya, agar masyarakat mau melestarikan kearifan lokal ini, salah satunya yaitu mempertahankan keberadaan makanan yang saya jajakan ini supaya tidak hilang,” tukasnya.

Setelah mendapat informasi ada penjual Bajigur dengan segala varian jajanan khas Sunda yang serba murah disekitaran lapang Prawatasari Joglo Cianjur, mengundang Komunitas Pemuda Hijrah Cianjur.ID untuk menjajaki jajanan tradisional tersebut.

Dan ternyata benar dengan ditemukannya jajanan khas Sunda tersebut, mengingatkan mereka pada masa lalu, jauh sebelum masa sekarang ini.

Diakui Acuy ketua PHC.ID, sudah sangat jarang sekali para pedagang yang menjajakan makanan khas Sunda ini.

” Dulu memang banyak ditemukan para pedagang yang menjajakan makanan khas Sunda di Cianjur ini, namun entah kenapa seiring berjalannya waktu, perlahan mereka mulai menghilang, padahal kalau dikemas dengan kemasan modern mungkin akan menjadi sebuah inovasi baru dan memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.

Hal senada juga di katakan Dr. Sani, yang kebetulan saat itu sedang membeli Bajigur.  ” Ya, ini merupakan nilai surprise buat saya, dan menjadikan kenangan buat saya. Dulu makanan kayak gini selalu saya konsumsi, menurut saya, ini makanan sangat sehat, karena jauh dari bahan-bahan kimia,” ucap Dr. Sani.

Lanjutnya, jajanan seperti ini sudah sangat jarang ditemukan. Apalagi dengan penyajian yang sederhana, santai dan murah seperti di warung Bajigur Bandrek mang Iyus ini. “ Tentu akan bisa memberikan suasana akrab,” paparnya.

Sani berharap, pedagang jajanan khas orang Sunda akan bertambah banyak. “ Sehingga bisa menyelamatkan apa yang diwariskan para sesepuh tanah Sunda ini,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here