Karena luka bakar yang serius, tim medis RSUD Cianjur menyarankan agar tangan Enda diamputasi

Liputan: Shandi / Sopie 

Cianjur, metropuncaknews.com – Bagai disambar petir di siang bolong. Itulah kenyataan yang harus diterima Enang Munajat (50) orang tua M Enda Suryadi (7) bocah pelajar SD yang tersengat listrik tegangan tinggi pada tangan kanannya. Pasalnya, dokter menyarankan tangan kanan Enda  harus diamputasi.

Seperti yang dilansir metropuncaknews.com beberapa waktu lalu, seorang bocah pelajar SD yang sedang bermain di rumah tetangganya, tersengat listrik tegangan tinggi di Kampung Kedung Hilir RT. 01 RW. 03, Desa Sukamanah Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Beberapa orang warga setempat menyebutkan, untuk mengamputasi tangan kanan Enda tersebut, membutuhkan biaya yang cukup besar.

” Saat ini keluarganya membutuhkan uluran tangan dari semua pihak, terutama pihak PLN. Karena untuk melakukan amputasi dan penyembuhannya, memerlukan biaya yang tidak sedikit,” kata warga.

Deni Sunarya (40) alias Mang Gawel yang sebelumnya pernah mencalonkan sebagai Bupati Kabupaten Cianjur, kepada awak media mengatakan, ini kan musibah tidak disangka dan tidak diharapkan terjadi, istilahnya secara tiba-tiba. Maklum namanya juga anak-anak, pasti semua orang tua manapun menyadari.

“ Terus terang saya butuh bantuan, minimalnya bisa dibiayai oleh pihak PLN sebagai bentuk tanggung jawab, atau kalau ada seorang dermawan atau siapapun yang mau peduli,” kata Deni, Minggu (17/06)

Masih menurut Mang Gawel, lebih jelasnya minta pertanggung jawaban pihak PLN, atau mungkin dari Pemkab Cianjur melalui dinas terkait. Untuk mempasilitasi guna membantu kepada keluarga korban. Karena kasihan juga orangtuanya hanya sebagai kuli serabutan (kuli panggul,red).

“ Idealnya, pihak PLN turut membantu keluarga korban, karena ini kan kecelakaan bukan disengaja,” ujar Mang Gawel.

Karena, lanjut Mang Gawel, penghasilan ekonominya pas-pasan, jadi perlu dibantu. Apalagi harus diamputasi, orang tuanya mencari solusi yang terbaik, bisa tidak kalau tidak diamputasi? “ Mengingat masa depan anaknya atau cita-citanya masih panjang,” pungkasnya.

Sementara orang tua Enda memaparkan, pada saat mendengar tangan kanan anaknya harus diamputasi, ia tak dapat berbuat apa-apa. Namun, jika melihat kondisi luka bakar serius, ia pun pasrah dan harus rela anaknya diamputasi, demi keselamatan dan kesehatan anaknya.

“Ya, menurut tim RS katanya harus diamputasi. Maka dari itu saya sedih dan merasa kaget juga seakan lemas seluruh badan mendengarnya. Jujur saja, sebetulnya tidak setuju anak saya harus diamputasi, apakah masih ada solusi terbaik untuk anak saya agar jangan sampai diamputasi,” ungkap dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here