Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Babi hutan Seberat 85 Kg yang kerap kali merusak tanaman padi, jagung, singkong dan tanaman lainnya milik warga Kp Ciangsana RT 03/01, Desa Cihea Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Sabtu (03/10) sekira pukul 16.30 WIB, berhasil ditangkap warga setempat. Penangkapan babi hutan tersebut dilakukan warga dibantu belasan ekor anjing pemburu.

Babi yang ditangkap warga itu, tidak dibuang begitu saja atau dijual pada pihak lain. Tapi dijadikan makanan belasan anjing pemburu milik warga setempat.

Kepala Dusun  (Kadus) 1 Desa Cihea Dede Mustofa (45) mengatakan,  dimusim kemarau seperti sekarang itu, kerap kali babi hutan turun ke lingkungan pemukiman penduduk. Babi itu, turun gunung untuk menggasak tanaman padi, jagung, singkong dan tanaman pertanian lainnya milik warga setempat.

Namun pada saat itu, warga Kp Ciangsana Desa Cihea kompak melakukan pemburuan babi ke hutan dengan menggunakan alat seadanya dan dibantu belasan anjing pemburu.

Namun baru saja para pemburu melakukan pemburuannya di hutan, terdengar adanya suara teriakan warga dari perkampungan, ada babi hutan yang berkeliaran di perkampungan.Mendengar teriakan tersebut, seluruh pemburu beserta belasan anjingnya, langsung menuju ke perkampungan yang adanya babi sedang berkeliaran.

Selang 1,5 jam babi hutan berhasil ditangkap warga dengan dibantu anjing pemburu. Hingga babi seberat 85 Kg terkapar di halaman belakang rumah milik warga Kp Ciangsana.

Kepala Desa Cihea Supriatna (62) menambahkan, di wilayah Desa Cihea, babi hutan itu bukan hal yang aneh bagi warga Desa Cihea.  Karena babi merupakan hama yang merugikan para petani.

Babi hutan itu, tidak merusak tanaman padi saja, melainkan jagung, singkong dan tanaman palawija lainnya dirusaknya. Hingga babi hutan dianggap musuh pata petani dan seluruh warga Desa Cihea. Karena itu, warga sepekan sekali melakukan pemburuan babi ke hutan.

 “ Hal itu, dilakukan tiada lain hanya sekedar untuk menekan angka  populasi jumlah hama babi hutan yang kerap kali merusak tanaman milik para petani, jelas Supriatna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here