Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sejumlah tokoh masyarakat, agama dan pemuda Kampung Salakopi RW 14 Kelurahan Pamoyanan Cianjur Kota, melakukan audensi dengan pihak Citymall dan PT. Waringin. Acara tersebut digelar di kantor Kebangpol Kabupaten Cianjur, Senin (29/06) sekira pukul 13.00 WIB.

Setelah melewati serangkaian argumen, munculah kesimpulan akhir. Yaitu, akan dibentuk tim penanganan keluhan warga dari beberapa instansi terkait dan warga.

Saat ditemui awak media seusai melaksanakan audensi, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cianjur Dadan Ginanjar selaku pemimpin audensi mengatakan, semuanya sudah beres. Artinya semua keluhan warga akan terakomodir. Ia juga menyampaikan ada beberapa instansi terkait yang akan turut serta dilibatkan sebagai tim tersebut.

” Adapun yang akan dilibatkan Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Perkimtan) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” kata Dadan.

Disinggung mengenai pesan untuk warga, Dadan meminta agar masyarakat percaya dan bersabar. Karena masalahnya, masih dikoordinasikan. Tujuannya supaya masyarakat nyaman karena diberikan perhatian dan perusahaan pun tidak terganggu.

” Ya, perusahaan sendiri kan sudah memiliki dasar hukumnya, dalam Permen PUPR nomor 24, tidak ada izin tetangga juga sudah bisa jalan. Tapi karena adanya kearifan sosial, jadi perusahaan harus baik-baik dengan warga,” ujarnya.

Sementara saat ditanya mengenai keluhan masyarakat selama adanya pembangunan Citimall, yaitu terganggunya jalan oleh material cut and fill. Maka dengan tegas Dadan mengatakan, itu sudah beres. Buktinya bisa lihat sendiri dan perusahaan pun sudah melakukan upaya pencegahan dengan langsung menyiram dengan air.

” Masalah cut and fill, itu bisa kita lihat sendiri begitu truk keluar area pembangunan, langsung disemprot. Jadi warga jangan mengada-adakan. Dan kalau saya melintas, truk pengangkut tanah langsung disemprot. Nah, sebenarnya itu sudah ada upaya, tapi kalau berdebu itu pasti ada, ga mungkin hilang semua,” kilah Dadan yang terlihat sangat tergesa-gesa meninggalkan ruangan.

Berdasarkan pantauan awak media saat berlangsungnya audensi, masalah terganggunya ribuan pengguna jalan atas material sisa cut and fill di Jalan Abdullah Bin Nuh. Kepala bagian Operasional (Kabagops) Polres Cianjur, Warsito mengatakan, perusahaan jangan egois. Artinya pada saat pembangunan Citymall, pada tahap cut and fill mengakibatkan ada ribuan pengguna jalan yang dirugikan.

” Ya, pada tahap ini (cut and fill), diharapkan perusahaan jangan egois, ada berapa ribu pengguna jalan yang dirugikan,” ucap Kabagops Polres Cianjur.

Masih ditempat yang sama, mewakili Komisi A dan Komisi C, Sekretaris Dewan Kabupaten Cianjur T Subtoni mengatakan, dirinya hanya diperintahkan menghadiri audensi tersebut di kantor Kesbangpol Cianjur.

” Saya mewakili Komisi A dan Komisi C ditugaskan menghadiri audensi ini. Karena terlihat warga kurang puas, besok akan memanggil instansi terkait ke gedung dewan untuk melakukan audensi kembali,” kara Sekwan Kabupaten Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here