Laporan: Sam/Iriyanto

Cianjur, metropuncaknews.com – Asep Taupik Hidayat (17) anak kedua dari Dedah (59) warga Kampung Pasir Awitali Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, 5 bulan lalu, tepatnya dua hari setelah idul Fitri 1442 Hijriyah, kedua tangan Asep melepuh akibat tersungkur pada bakaran sampah.

Asep Taupik telah dua kali dirawat di RSUD Cianjur. Namun entah kenapa hingga kini penyakit di kedua tangannya belum sembuh. Bahkan kondisinya semakin memprihatinkan. Tangan Aep nampak seperti membusuk.

Melihat kondisi Asep seperti itu, pengurus Yayasan Rumah Pulih Jiwa (YRPJ) Ciranjang langsung melaksankan tindakan kerja bareng dengan salah seorang relawan kemanusiaan, Kebetulan relawan yang satu ini juga sebagai salah seorang perawat di RSUD Cianjur.

Relawan kemanusiaan juga perawat di RSUD Cianjur Nurhajar atau yang akrab disapa Iyong (37) mengatakan, setelah mendengar informasi dari pengurus YRPJ Ciranjang Kang Rukman dan Ibu Verawati, pihaknya langsung datang kerumah Asep Taupik dibarengi pengurus YRPJ.

Setalah melihat dari dekat, ternyata benar kedua tangan Asep bukannya sembuh melainkan memprihatinkan. Saat itu pula pihaknya langsung membuka borok di kedua tangan Asep. Kemudian dibersihkan, diobati dan ditutup dengan perban serta diberii minum obat.

Menurut dia, penyakit di kedua tangan Asep semakin memperihatinkan, itu karena tidak adanya perawatan secara intensif dari semua pihak. Baik dari keluarganya itu sendiri maupun dari pihak ahli medis setempat.

Maka dengan itu, pihaknya bertekad akan terus melakukan perawatan dengan intensif. Minimal 2 hari sekali akan datang untuk merawat luka di kedua tangan Asep sampai membaik.

Disaat Asep menderita sakit, orang tuanya ak dapat berbuat banyak. Pasalnya, orang tua Asep tergolong keluarga kurang beruntung. Hingga rumahnya yang sedang dihuni sudah reyot dan nyaris ambruk.

“ Karena itu, seandainya ada umur panjang dan ada rijkinya setelah Asep sembuh akan diteruskan merenovasi rumahnya supaya menjadi rumah layak huni,” tutur Iyong.

Sementara itu, Ibuda Asep Taupik yang menderita sakit, Dedah (59) mengatakan, dirinya tak bisa berkata apa-apa. Kecuali hanya mengucapkan terima kasih pada Ibu Nurhajar, Pak Rukman serta Ibu Verawati yang telah datang membantu merawat Asep juga membawa paket sembako memberi uang dan lainnya.

“ Semoga tenaga, pikiran, harta dan kepeduliannya terhadap Asep beserta keluargan, dibalas oleh Allah Swt dengan pahala yang berlimpah,” ucap Dedah dengan suara parau menahan rasa harunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here