Deklarasi Sugih Mukti

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Aktivis Presidium Rakyat (APR) bersama masyarakat Cianjur deklarasikan ‘Cianjur Sugih Mukti’. Acara tersebut, digelar di Terminal Rawabango Bojong, Cianjur, pada Minggu (30/12), kemarin. 

Kegiatan deklarasi tersebut, APR mendapatkan apresiasi dari berbagai lapisan elemen masyarakat dan agama. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberian penghargaan dari masing wilayah di Kabupaten Cianjur.

Salah seorang aktivis Presidium Rakyat, Ridwan Mubarak mengatakan, deklarasi ini bukan semata merayakan atas telah tertangkapnya IRM yang saat itu menjabat sebagai bupati Cianjur, beserta rekanannya, melainkan deklarasi kembalinya Cianjur Sugih Mukti.

” Maka dengan tertangkapnya Bupati Cianjur (IRM) dan rekanannya, ini bukan berarti akhir dari rezim ‘Dinasty’ yang sudah belasan tahun menguasai Cianjur, melainkan kita sebagai masyarakat yang peduli akan Cianjur ini, harus mengawal para penegak hukum, supaya kroni-kroni yang lainnya pun turut diamankan, termasuk Bupati sebelumnya (TMS),” kata Ridwan Mubarak saat ditemui awak media di Rawabango.

Adapun yang disampaikan dalam deklarasi itu, ‘dengan rahmat Allah Yang Maha Esa, masyarakat Cianjur dari berbagai elemen masyarakat menyatakan, “menghadapi pesta Demokrasi Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, kami masyarakat Cianjur siap menjaga kondusifitas untuk menerima perbedaan politik, demi terwujudnya pemerintahan Kabupaten Cianjur yang sehat dan bergizi. Hentikan segala bentuk penyalahgunaan jabatan dan anggaran Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta mendukung penuh KPK, Kepolisian dan Kejaksaan dalam memberantas segala bentuk tindak pidana korupsi dan demi meningkatkan kualitas dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Cianjur. Segera kembali ke jatidiri masyarakat Cianjur Sugih Mukti dengan tiga pilar budaya Ngaos, Mamaos, dan Maenpo.

Demikian deklarasi kebangsaan ini kami sampaikan, Semoga Allah SWT selalu melindungi masyarakat Cianjur.

Ditemui seusai kegiatan, Bambang Adi S atau mas Bengbeng memaparkan, kegiatan yang dihadiri oleh LSM, Ormas, OKP dan lintas agama dari tokoh ulama, gereja dan klenteng turut hadir mengikuti deklarasi ini. Pada intinya ini kan tahun politik yang harus kita jaga adalah persatuan dan kesatuan, dengan harapan supaya masyarakat Cianjur ini tidak diadu dombakan antar agama, golongan dan ras. “ Karena masyarakat inginkan kenyamanan jadi mari kita jaga supaya Cianjur ini kondusif,” paparnya.

Lanjutnya, dengan hadirnya berbagai lapisan masyarakat ini, meskipun acara dikemas sangat sederhana, tapi memiliki makna yang sangat besar. “ Sehingga bisa menghilangkan segala keresahan masyarakat Cianjur, “ tambahnya.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat dari Cianjur Selatan, yang merasa kesal dengan kedinastyan di Kabupaten Cianjur ini mengatakan, ingin Cianjur ini lebih aman.

“Kalau sudah tua begini, apih tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau boleh jujur, sedih melihat anak cucu yang harus dijajah ku orang sorangan (putra daerah/Red), jaman Apih dulu tidak seperti ini, sekalipun pemerintah di Kabupaten Cianjur acak-acakan (Red), tapi sampai seperti sekarang ini,” kata Apih Endang.

Ia berharap segala sesuatu di Cianjur ini, berjalan sesuai dengan koridornya tidak menyalahi aturan dan wewenang, yang salah disalahkan, yang benar dibenarkan jangan pabaliut (Red), dan tidak saling gontok-gontokan, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here