Pengurus APDESI Cianjur siapkan Rumah Singgah bagi pendamping orang sakit

Laporan : Shandi / Dani 

Cianjur, metropuncaknews.com – Berangkat dari rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama, Dewan Pimpinan Cabang APDESI Kabupaten Cianjur, menyediakan Rumah Singgah Pendamping Orang Sakit (RS-POS).

Menurut keterangan, RS POS dibangun sebagai tindak lanjut atas Peraturan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur yang menyatakan,’setiap pasien hanya bisa di dampingi oleh satu orang saja’.

Hal tersebut merenyuhkan hati para kepala desa yang bernaung dibawah naungan DPC APDESI Kabupaten Cianjur, yang diketuai oleh Beni Irawan, SH.

Karena itu, APDESI segera bergerak untuk membantu keberadaan keluarga pasien yang sedang dirawat di RSUD Sayang, khususnya warga miskin dari luar pusat kota Cianjur.

Menyikapi hal tersebut, maka disediakanlah rumah singgah pendamping orang sakit, yang lokasinya tak jauh dari RSUD Sayang Cianjur. Yaitu dua kamar di sekitar depan pintu masuk utama (IGD) dan tiga kamar sekitar pintu masuk RSUD lama. Masing-masing kamar bisa diisi oleh delapan orang.

Alasan kenapa lebih diprioritaskan keluarga miskin dan warga yang jauh khususnya Cianjur Selatan (Red), karena jarak yang ditempuhnya banyak memakan waktu. Selain itu juga biaya dan tenaga.

” Menimbang dan menindak lanjuti peraturan RSUD Sayang Cianjur saat ini, memang mengetuk hati nurani kami sebagai kepala desa, karena walau bagaimana pun juga mereka adalah warga kami yang harus dibantu,” kata Beni saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (18/10).

Lanjutnya, miris, melihat keberadaan mereka, tidur di ruangan pasien dan lorong RS kan nggak boleh. Mau sewa hotel atau penginapan juga nggak punya uang. Jangankan untuk itu, buat bekal selama menunggu pasien pun, mereka masih kebingungan.

“ Nah, dari sanalah kami berinisiatif menyediakan RS-POS gratis dan Insya Allah, kami (para kepala desa) akan mengadakan iuran untuk makan dan bekal mereka selama menunggu pasien di RSUD Sayang,” jelas Beni.

Mengenai sumber pendanaan untuk RS-POS, Beni menuturkan, anggaran yang digunakan untuk penyediaan RS-POS dan perbekalannya tersebut, itu bersumber dari kolektif para kades saja. “Jadi jangan terlalu berharap kepada pemerintah daerah, karena disini kami pun bagian dari pemerintahan,” tuturnya.

Disinggung bagaimana cara memasuki rumah singgah tersebut, pihak relawan RS-POS yang sudah diberi SK  oleh DPC APDESI Kabupaten Cianjur, akan berkoordinasi dengan Kepala Desa yang bersangkutan. Dari desa mana pasien itu berasal dan untuk keluarga pendamping pasien cukup dua orang saja. “ Intinya satu orang menunggu di ruangan pasien dan satunya lagi bisa istirahat di RS-POS ini,” ujarnya menegaskan.

Untuk kedepannya, masih kata Beni, pihak DPC APDESI Kabupaten Cianjur, berencana untuk menambah kamar dengan segala fasilitasnya untuk para pendamping orang sakit. “ Saya berharap antara pemerintah daerah maupun pusat, para kepala desa dan masyarakat bisa lebih bersinergi,”  harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here