Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan membuat masyarakat semakin merasa was-was saat hendak melakukan aktivitas. Padahal berbagai upaya sudah dilakulan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari merebaknya penyebaran Covid 19.

Saat ini, terhitung sejak mulai 13 Januari 2021 lalu, Presiden Jokowi telah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin covid-19. Kemudian menyusul Peraturan Menteri Kesehatan No 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Berikut siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin Corona. Pertama.  Tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Kedua  : Tokoh masyarakat/agama, pelaku perekonomian strategis, perangkat daerah kecamatan, perangkat desa, dan perangkat rukun tetangga/rukun warga.

Ketiga : Guru/tenaga pendidik dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, atau setingkat/sederajat, dan perguruan tinggi.

Keempat : Aparatur kementerian/lembaga, aparatur organisasi perangkat Pemerintah Daerah, dan anggota legislatif.

Kelima: Masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Menyikapi hal itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Cianjur, Beni Irawan SH, sebagai bapak dari kepala desa. Mengajak seluruh kepala desa se Kabupaten Cianjur khususnya, untuk memberikan edukasi positif terkait pemberian vaksin covid-19 kepada masyarakatnya.

” Terkait dengan pencegahan Covid-19, dan merubah kebiasaan ini memang sangatlah sulit. Merubah kebiasaan seperti berkumpul bareng dan makan bareng saja, untuk saat ini tentunya sekarang dibatasi. Nah, selain itu yang tengah terjadi di masyarakat ternyata banyak Hoaks, seperti adanya yang mengatakan bahwa vaksin covid-19 ini berbahaya,” kata Beni Irawan saat ditemui di kantor APDESI Kab. Cianjur, Rabu (20/01).

Beni juga menjelaskan, dalam pemberian vaksin covid-19 ini, pemerintah mengharapkan pada masyarakat dimasing -masing desa, untuk tidak usah khwatir. Tidak takut untuk di vaksin.

” Dimana ada si seorang pimpinan yang mau membunuh rakyatnya, betul tidak? Untuk itu kami selaku Kepala Desa mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama di vaksin,” ujarnya.

Selanjutnya, Beni mengatakan, dengan adanya aturan 5 M itu, kepada msayarakat diharapkan bisa menjalankan dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

” Kedepannya, mudah-mudahan setelah merubah kebiasaan baru khususnya di Cianjur, kita jauh lebih baik, warga merasa nyaman, dan tetap sehat tanpa berkurang apapun asalkan tetap mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here