Poto bersama peserta Bimtek dengan pejabat dari Kementerian Kelautan Perikanan & Peternakan Kabupaten Cianjur

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 60 orang anggota Kelimpok Pengolahan Hasil Perikanan dari Desa Kertajaya, Gunugsaei dan Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, Cianjur ikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) pengolahan ikan dan pemasarah hasil produksi, Sabtu (26/4).

Bimtek tersebut digelar di aula Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang. Sedangkan penyelenggara kegiatan dilaksanakan langsung pihak Dinas Kelautan Perikanan & Peternakan Kabupaten Cianjur. 

Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur Winny menjelaskan, dilaksanakannya Bimtek ini untuk mempasilitasi antara pengolahan perikanan dengan para pengolahan, pengepul, dari bahan baku menjadi produksi ikan tawar. 

Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut akan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat dan mensejahtrakan masyarakat. Khususnya para pengelola hasil perikanan. “ Karena tanpa adanya kerjasama yang baik sulit untuk menigkatkan produksi dan sulit pula untuk memasarkan hasil produksinya,” jelas Winny. 

Sementara itu, Seksi Kelembagaan Usaha Perikanan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Cianjur, H. Wawan Setiawan menambahkan, peserta Bimtek yang hadir itu, 2 kelompok dari Desa Gunungsari, 2 kelompok dari Kertajaya dan 1 Kelompok dari Desa Sindagjaya. Ada pun jumlah keseluruhannya mencapi 60 orang. 

Lanjut Wawan, Bimtek itu diselenggarakan melihat dari potensi sumber perikanan yang ada. Karena tiga desa itu berdekatan dengan genangan waduk Cirata, Calingcing dan Babakan Garut.

Selain itu juga untuk mengevaluasi para kelompok pengolah hasil perikanan air tawar. Termasuk untuk mengetahui kendala dalam pemasaran hasil pengelohan ikan. Seperti tingkat kesulitan memasarkan goreng pepetek, pepes ikan, pindang ikan air tawar, ikan asin dan hasil priduksi ikan lainnya.

Setelah diketahuinya, nanti pihak dinas akan mengarahkannya atau bekerja sama dengan Dinas Instansi terkait tentang pemasaran. Sekaligus membahas mengenai permodalan yang dikeluhkan para pengrajin pengolahan ikan. 

“ Karena Dinas Kelauatan Perikan dan Peternakan Cianjur, baru mampu memberikan bantuan berupa stimulan yang digunakan hanya untuk alat penyimpanan ikan berupa box dan spiner alat untuk pengering ikan dari minyak goreng,” ucap Wawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here