Ibu-iu yang pulang dari pasar terpaksa harus jalan kaki menuju rumahnya karena Angkot dan Ojek sedang mogok

Laporan : Shandi

Cianjur, mteropuncaknews.com – Penumpukan calon penumpang terjadi dimana-mana. Pasalnya, transportasi umum seperti angkutan kota (angkot) dan ojek pangkalan (PMOC),  mengadakan demo sebagai bentuk protes, atas kebijakan yang tidak sepaham, Senin (30/4).

Dampaknya, banyak ditemui dijalan protokol, para calon penumpang yang berjalan kaki. Dari mulai pekerja (karyawan), ibu-ibu yang hendak ke pasar, anak sekolah dan lainnya. Hal tersebut terjadi karena semua angkutan kota (angkot) dan ojek libur. Sehingga jalan dan pangkalan ojek lengang.

Lilis (32) pemilik warung asal Panembong, terpaksa harus pulang naik bis Marita jurusan Cianjur-Jakarta, untuk pulang membawa barang belanjaannya.

” Angkot sama ojek tidak ada lagi demo pak, padahal belanjaan saya banyak. Maka dengan tidak adanya angkutan umum, membuat saya harus mengeluarkan uang lebih untuk membawa barang belanjaan ke rumah,” ucap Lilis saat ditemui di terminal Pasir Hayam.

Tidak dapat dipungkiri, masih banyak Lilis-Lilis lainnya, yang harus mengeluarkan uang lebih, untuk melaksanakan rutinitasnya harianya.

Sementara, salah seorang sopir angkutan kota yang sedang mengikuti demo di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur mengatakan, awalnya hanya pengurus saja yang ikut rapat di kantor Dewan. “ Namun para sopir dan tukang ojek mengkhawatirkan pengurus ada main sabun dengan pihak terkait. Sehingga masalah tidak kelar – kelar,” ucap salah seorang sopir angkutan umum pada wartawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here