Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, Komisi DPRD Cianjur, menemukan orang kaya mendapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penemuan tersebut ditemukan pada saat melakukan sidak di wilayah Kec. Cibeber. Hal itu ditemukan atas dasar pelaporan masyarakat yang menyampaikan adanya komoditi BPNT yang diduga tidak berkualitas.

Atas penemua tersebut, Sahli Saidi merasa geram. Sehingga menilai penyaluran program BPNT di Cianjur, tidak tepat sasaran dan faktanya memang benar ada.

” Fakta baru yang ditemukan dilapangan, selain adanya komoditi kurang berkualitas. Penyaluran program tersebut dinilai tidak tepat sasaran, itu sudah kita lihat langsung ada masyarakat yang tinggal di rumah bertingkat dan memiliki kendaraan mendapatkan bantuan BPNT,” kata Sahli saat menyambangi rumah salah seorang KPM di Desa Cipetir, Rabu (20/01/2021).

Yang menjadi miris, lanjut Sahli, ada seorang jompo bernama Emak Karmasih (85), warga Kampung Babakan Rt 01/04 Desa Cipetir, hidup sebatangkara. Ia dalam keadaan sakit parah, tapi tidak mendapatkan BPNT.

” Hal seperti itu jangan sampai terjadi, artinya harus benar-benar selektif dan diberikan kepada yang berhak menerimanya,” ujar Sahli.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan, hal tu terjadi lantaran Tenaga Kesejahtraan Sosial Kecamatam (TKSK) dan Dinas Sosial  kurang selektif. Sehingga permasalahan tersebut bisa terjadi dan jelas dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

” Kalau sudah seperti ini, kepala dinas yang masih menjabat tidak teliti terhadap supplier atau TKSK. Karena itu harus segera diganti,” cetusnya.

Terpisah, saat ditemui wartawan, TKSK Cibeber, Dini Suciati mengatakan, saat melakukan penyaluran BPNT pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak agen ketika menyampaikan komoditi kepada KPM.

” Semisal ada barang yang tidak bisa diterima KPM, itu ada tahapannya untuk pelaporan. Artinya KPM harus melaporkan bahwa barang itu tidak bisa diterima,” kilahnya.

Sementara Kepala Desa Cipetir, Ahmad Soekirman, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya jompo yang tidak mendapatkan bantuan. Menurutnya itu belum kebagian.” Mudah-mudahan nanti ada susulan, jadi semua dimasukan, dan telah didata sama kesra, semua sudah diajukan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here