Alumni 3M3 Stekmal Cianjur

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Setelah belasan tahun berpisah, alumni 3M3 STM Al-Ianah (Stekmal) Kabupaten Cianjur, selenggarakan silaturahmi. Acara tersebut digelar di Aula Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Senin (17/12).

Dalam ajang pertemuan perdananya, rangkaian acara silaturahmi tersebut, dilaksanakan sangat sederhana. Tidak ada kriteria khusus apalagi mewah. Namun dirasa sangat penuh makna yang menjadikannya momen penting pasca lulus sekolah beberapa tahun yang lalu.

Acara tersebut dihadiri 45 alumni. Mereka (para alumni) merupakan jebolan Stekmal atau istilah bekennya STM 2SK (Jalan Suryakancana Nomor 2.red) di Kabupaten Cianjur.

Pertemuan silaturahmi atau halal bihalal merupakan momen silaturahmi dan menurut rencana, akan digelar secara rutin tiap enam bulan sekali atau setahun sekali.

” Ya, ini acara silaturahmi khususnya kelas 3 Mesin 3 (3M3) jebolan Stekmal. Mudah-mudahan, acara seperti ini bisa terus berlanjut secara berkesinambungan,” kata, Epul (39), dan Jaya (39) dua alumni jebolan 1997/1998 pada awak media ini.

Dia memaparkan, halalbihalal itu dari tinjauan kebahasaan. Nah, kata halalbihalal berasal dari kata halla atau halal. Bisa berarti menyelesaikan persoalan atau problem istilahnya ibarat bahasa meluruskan benang kusut. Mencairkan air yang keruh, dan melepaskan ikatan yang membelenggu.

” Demikian adanya acara halalbihalal diharapkan hubungan yang selama ini keruh dan kusut, bisa segera diurai disertai kejernihan hati. Halalbihalal bermakna untuk merekontruksi relasi kita supaya lebih tentram, indah dan damai,” tutur, Deni (40) diamini, Darlis (39) masih satu kelas jebolan Stekmal Cianjur.

Hal lain, Budi (40) dan, Darlis (39) dua rekannya yang masih jebolan Stekmal memaparkan, silaturahmi ini akan terus dilakukan secara kontinyu. Artinya, untuk ajang silaturahmi, suka dukanya ada senang dan bahagia. Karena jujur saja rata-rata itu sudah berkeluarga dan masing-masing berbeda profesi atau pekerjaannya. Jadi harus bisa menghargai profesi mana kala ada yang tak bisa hadir.

“Jadi jelasnya senang saja berdiskusi dan saling bertukar pikiran melalui ngobrol pintar (ngopi) istilahnya,” ujar, Budi diamini beberapa rekannya, Nani (39), dan Jaya (40) masih angkatan Stekmal jebolan 97/98.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here