Aliansi Pemuda Cianjur saat mendatangi Kantor Dinas Perternalkan

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cianjur, mendesak Dinas Peternakan untuk menutup RPH yang tidak memiliki NKV, Senin (6/8).

Pasalnya, dalam Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan Bab. 1 Pasal 1 ayat 38 disebutkan, kesehatan masyarakat veteriner adalah segala urusan yang berhubungan dengan hewan, produk hewan yang secara langsung memengaruhi kesehatan manusia. Karena itu, penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan di RPH sangatlah penting, atau dapat dikatakan pula sebagai penerapan sistem produk safety pada RPH. Aspek yang perlu diperhatikan dalam sistem tersebut adalah higiene,  sanitasi, kesalahan dan kesejahteraan hewan.

Dalam aksi tersebut Aliansi Pemuda Cianjur menuntut, segera transparansikan semua RPH di Kabupaten Cianjur. Lokasi dan ijin, segera penegak hukum memproses adanya pelanggaran RPH yang diduga tidak memiliki ijin sesuai aturan. Terakhir apabila tidak memiliki ijin segera rumah potong hewan ditutup total.

Koordinator Aksi, Galih menyebutkan, tadi kepala dinas mengatakan proses pembuatan NKV sedang dalam proses. Bahkan hanya tinggal tanda tangan saja. “ Nah jika masih belum terealisasi juga, kami akan kembali melakukan aksi yang lebih besar menanyakan kejelasan dan seberapa besar qualitas NKV,” kata dia.

Menyikapi terjadinya aksi tersebut Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur,Winny nampak bersikap tenang. Karena apa yang dipertanyakan massa sudah hampir selesai dan hanya tinggal menandatangani saja.

” Saya menyambut baik kedatangan mereka, karena pada intinya menginginkan Kabupaten Cianjur lebih maju. Nah, salahs atu syarat berjalannya RPH memang harus mempunyai NKV, dan terhitung sejak tahun 2017, kami sudah mengajukan ke provinsi dan sudah diaudit langsung. Seperti kita ketahui, pihak provinsi akan segera memberikan NKV tinggal menandatangani saja, namun karena kami belum memiliki dokumen lingkungan hidup jadi kemungkinan akan diberikan pra NKV dulu, tapi kita lihat nanti bagaimana,” kata Winny saat ditemui awak media.

Winny menyebutkan, mudah-mudahan saja semua akan berjalan dengan lancar. “ Karena saat ini hanya tinggal satu langkah lagi, jadi saya sangat merasa yakin,” tandasnya.

Perlu diketahui NKV itu ada beberapa level. Diantaranya level untuk ekspor, kabupaten dan internal.

“ Kita memang perlu melakukan perubahan namun perubahan tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan, maka kami akan terus memproses dan tidak akan tinggal diam, mendorong temen-temen kita untuk menuju NKV itu,” kata kepala RPH Harisudin, menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here