Aliansi Mahasiswa Mamuju saat melakukan Aksi Damai di PN Makasae

Laporan : Anca/Ikram
Makasar, metropuncaknews.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Mamuju, menggelar aksi damai di Pengadilan Negeri Makasar, Senin (9/4). Aksi tersebut dilakukan Aliansi Mahasiswa Mamuju terkait kasus yang menimpa mahasiswi Mamuju, Resky. Meski sudah hampir berjalan 2 tahun, tapi belum ada kejelasan tentang proses persidangan sampai pada putusan.
Koordinator Lapangan (Korlap) Handika Desta Putra mengatakan, pihaknya akan kembali menuntut kejelasan dari pihak pengadilan. Selain itu, pihaknya akan menggelar aksi lagi di Kejaksaan Negeri Sulsel. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Mamuju terhadap kasus yang menimpa mahasiswi Resky setahun yang lalu.
Selanjutnya Handika mengatakan, ia merasa heran kenapa proses persidangan selalu ditunda. Padahal kasus ini sudah hampir 2 tahun berlalu. “ Saya berharap bahwa proses hukum harus ditegakkan seadil adilnya sebab kasus ini bukan kasus kecil,” kata Handika pada Menit7.com melalui percakapan singkat via WhatsApp (10/04)
Dikutip dari aruspolitik.com, pihak kepolisian pada Senin, 13 Juni 2016, menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pao, Kecamatan Tombolok Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel. “ Setelah itu kita agendakan gelar perkara sebagai langkah pendalaman kasus ini. Ya, mendekat ini kita segera lakukan,” kata Erwin
Resky dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat 3 hari di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Resky meninggal karena luka dalam setelah mengikuti Study Club Tanggap Bencana Medis (TBM) yang digelar UKM Kedokteran di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu, 4 Juni 2016.
Kematian mahasiswi UMI Makassar ini berawal pada Jumat, 3 Juni 2016, tepatnya pukul 20.00 Wita. Ketika itu, korban berangkat mengikuti Study Club TBM Fakultas Kedokteran UMI Makassar menuju tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Esoknya pada Sabtu, 4 Juni 2016, pelapor, dalam hal ini Asriadi, saudara sepupu korban mendapat informasi jika korban sudah berada di Rumah Sakit Faisal, Makassar dalam kondisi tak sadarkan diri.
Diduga, mahasiswi UMI Makassar itu sebelumnya mengalami penganiayaan. Karena pada tubuh korban, yakni pada lengan kanan dan kiri, serta kepala bagian belakang terdapat luka memar. Korban mengembuskan nafas terakhir pada Selasa, 7 Juni 2016, di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here