Aliansi Mahasiswa Jabar gelar acara Diskusi Publik

Laporan : Shandi 

Bandung, metropuncaknews.com – DPD GMNI Jawa Barat dan DPD IMM Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jawa Barat, menggelar diskusi publik. Diskusi tersebut bertema “Reforma agraria, perhutanan sosial, dan masa depan Jawa Barat”, dan di gelar di Bandung, Sabtu (29/9).

Acara tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian momentum Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September.

Ketua pelaksana Dewex Sapta Anugrah mengatakan, acara ini bagian dari upaya bersama kawan-kawan GMNI dan IMM dalam membangun kembali narasi tentang reforma agraria. “ Karena hal itu merupakan bagian penting dalam perumusan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam prinsip keadilan,” ucap Dewek.

Lanjut dia, dalam hal ini, pihaknya melihat masalah agraria, masih menjadi masalah akut dan belum menemukan solusi dalam upaya pelaksanaan reforma agraria sejati sebagaimana amanat UUPA no 5 tahun 1960. “ Maka dari itu, melalui kegiatan ini kami berusaha membangun kembali narasi baru, dalam membedah persoalan agraria yang terjadi secara umum di Indonesia dan secara khusus di Jawa Barat,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPD GMNI Jawa Barat Wahyu Khanoris dalam sambutannya mengatakan, hal ini menjadi salah satu sarana untuk kembali menggaungkan semangat negara agraria yang menjadi ciri dari negara Indonesia yang tersebar sebagai satu potensi dalam peningkatan taraf kehidupan rakyat Indonesia.

Tidak hanya itu, Wahyu juga mengatakan, bila negara ini serius melaksanakan reforma agraria sejati, sebagaimana pemikiran Bung Karno, niscaya Indonesia mampu menjadi negara besar di dunia.

Selanjutnya, Ketua DPD IMM Jawa Barat Zaki Nugraha mengatakan, Jawa Barat sebagai culture masyarakat agraris. Karenanya perlu menerapkan UUPA ini dalam tekhnis kebijakan di Jawa Barat. Hingga keadilan sosial yang merata mampu diciptakan penuh oleh pemerintahan melalui kebijakan yang pro terhadap tani.

Hadir dalam diskusi tersebut, DPP Serikat Petani Indonesia (SPI) diwakili Sekretaris Jendral Agus Ruli Ardiansyah yang menjadi pemantik diskusi.

Menurut dia, persoalan pokok agraria ini masih jauh dari harapan bersama. Karena pelaksanaan reforma agraria ini masih sebatas wacana saja. Sehingga perwujudan dalam melaksanakan reforma agraria ini, masih sebatas program tanpa adanya dorongan yang kuat baik secara politik maupun keterlibatan organisasi secara aktif. Karena itu, untuk melaksanakan reforma agraria itu, diperlukan kerjasama dalam mewujudkan agendanya.

“ Dan SPI masif tetap melakukan pengawalan penuh secara organisasi yang memang melakukan identifikasi serta pendampingan di basis-basis SPI yang ada,” ungkap Agus Ruli Ardiansyah.

Ketua DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat, Tantan Sutandi mengatakan,  kegiatan diskusi ini, harus masif dilakukan oleh element gerakan tani dan mahasiswa secara khusus. Hal itu dinilai penting untuk menyatukan persamaan pandangan terhadap kasus reforma agraria. Karena yang mendominasi persoalan serius di negara Indonesia, khususnya di Jawa Barat yang merupakan provinsi paling strategis, yang perlu menjadi tumpuan bagi pelaksanaan reforma agraria, guna menjaga stabilitas ekonomi dan penyangga kedaulatan pangan Indonesia.

Mengingat adanya program yang digaungkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang akan melaksanakan upaya pemekaran daerah dibeberapa daerah. “ Hal ini, juga tidak akan terlaksana, apabila reforma agraria tidak diwujudkan dalam hal kebijakan strategis pembangunan daerah,” ujarnya menambahkan.

Acara ini juga di hadiri oleh beberapa element mahasiswa lainnya. Seperti Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Gema Petani Jawa Barat, dan beberapa BEM perguruan tinggal di Bandung yang menjadi peserta penyelenggaraan diskusi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here