Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Polemik sampah bukan hanya permasalahan pemerintah semata. Dalam hal ini semua elemen masyarakat, harus turut serta mengatasinya. Karena penumpukan sampah tersebut tidak terlepas dari limbah rumah tangga.

Mungkin untuk kawasan industri sudah menyediakan pengelolaan amdalnya. Namun dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan, masih ditemukan oknum-oknum yang nakal membuang limbah industrinya tersebut langsung ke alam.

Menyikapi hal tersebut, Gideon Wijaya Kestaren, menciptakan aplikasi bagaimana cara mengolah sampah atau limbah menjadi sumber penghidupan. Artinya dengan berbisnis sampah, atau menjadi pengepul barang rongsok bisa mencukupi kebutuhan dengan menggunakan aplikasi berbasis internet.

Berbekal pengalaman dan jiwa sosialnya yang peduli terhadap lingkungan, dirinya berpikir bagaimana cara mengolah limbah atau sampah menjadi barang yang berarti, tentunya dengan menggunakan aplikasi yang ciptakannya.

Gideon menyebutnya aplikasi Mountrash. Aplikasi tersebut dikeluarkan bulan April 2019, dan launching pada tanggal 1 September 2019, lalu.

Gideon juga  menjelaskan, Mountrash adalah salah satu aplikasi yang berfungsi untuk mendata tentang sampah nasional.

” Tujuan kita ini kan penyelesaian sampah/limbah, kalau diterapkan maka kita bisa mendapat data valid, seberapa besar sampah yang dihasilkan oleh satu kota tersebut, baik organik maupun anorganik. Nah, dari situlah yang kita data, jadi bisa tahu banyaknya sampah di kota itu,” kata founder Mountras, Jum’at (18/10).

Lanjutnya, dari jumlah itu, kita bisa mendapatkan kemampuan untuk menangani sampahnya.

” Tujuan daripada Mountrash sendiri, adalah untuk mendapatkan data-data tersebut. Nah, yang paling berat adalah bagaimana mensosialisasikan ke masyarakat, bahwa sampah-sampah itu berguna,” ujarnya.

Begini, kata Gideon. Sebagai orang yang memiliki kepedulian terhadap sampah, kita bisa mulai dari ibu kita. Yaitu dengan menyuruhnya mendownload aplikasi Mountrash, sebagai sumber penghasilannya.

” Dengan menggunakan aplikasi itu, ibu kita atau siapapun bisa menambah pengasilan, dengan cara menjadi pengepul sampah/limbah dari masyarakat dengan harga yang relatif tinggi sesuai kategori. Setelah terkumpul minimal 500 Kg, jual kembali pada kami, dan akan kami jemput ke lokasi. Mekanisme pembayarannya, dilakukan secara non tunai, melalui aplikasi Monuntrash, mudah bukan,” paparnya.

Adapun visi dari Mountrash adalah Platform Barometer sampah nasional. Artinya sebagai alat ukur nasional permasalahan sampah dan  Revolusi mental untuk kelola sampah. Semua ditujukan mulai pada anak usia dini (edukasi sampah). Sebetulnya sampah plastik di Indonesia hanya mencapai 12-14%. Sementara sisanya adalah sampah rumah/restoran, dan industri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here