Puluhan aktivis ikuti Focus Grup Discussion (FGD) 'Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Di Kabupaten Cianjur'

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Puluhan aktivis lingkungan hidup yang terdiri dari kelompok tani (Poktan) dan komunitas pecinta alam, ikuti Focus Grup Discussion (FGD) ‘Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) Di Kabupaten Cianjur’, Kamis (11/4).

Kegiatan FGD tersebut, berlangsung di aula PGRI di Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur.

Wakil Ketua GRN Acep Supriadi sebagai narasumber menyampaikan tentang perlunya diadakan Perdes tentang lingkungan.

” Sebagaimana yang sudah dituangkan dalam UUD 45 hak azasi manusia, UU No. 32 tentang lingkungan hidup, Permendagri No. 111 Tahun 2014 tentang pedoman mekanisme Perdes, Permendes No. 1 Tahun 2015 tentang regulasi pengelolaan desa dan adat istiadat, maka sekiranya Perdes lingkungan itu perlu dihadirkan ditengah-tengah masyarakat, agar masyarakat lebih teredukasi dan termotivasi untuk peduli terhadap lingkungan sebagamana UU No 32/2009,” bebernya.

Pada dasarnya jika berbicara keberlangsungan ekosistem serta alam, juga bagaimana supaya bisa diwariskan ke generasi yang akan datang. Karena warisan terbesar adalah ekosistem dan kelestarian lingkungan untuk hidup bersih, sehat dan bermartabat.

Sementara, Wakil Dirjen Perusakan Dan Pencemaran Lingkungan KLHK, Tulus saat ditemui seusai kegiatan memaparkan, pentingnya diadakan Perdes tentang lingkungan. Karena polemik terbesar yang ditemukan di lingkungan masyarakat adalah sampah.

” Untuk di Desa Ciherang ini baru pertama kali dilaksanakan ‘FGD Mekanisme Penyusunan Perdes Lingkungan’ pada masyarakat desa. Karena yang mengetahui potensi kerusakan terbesar kan masyarakat disini, jadi kita kembalikan lagi pada masyarakat itu sendiri bagaimana mengatasi permasalahan sampah ini,” paparnya.

Masih dikatakan Tulus, dalam penyelesaian permasalahan sampah ini, sudah tentu harus melibatkan pemerintah desa. Yaitu dengan cara membuat Perdes tentang lingkungan. Sebetulnya kalau hanya dikuatkan Perdes saja rasanya kurang. Karena menurut dia, Pemdes harus ekstra tegas.

Seperti bagi siapapun yang membuat sampah sembarangan difoto, kemudian fotonya dipajang, diberi keterangan yang jelas. “ Artinya supaya masyarakat jera sehingga tidak melakukan perbuatan serupa, karena yang kena dampaknya kan kita-kita juga, siapa yang rugi coba,” ujarnya.

Tulus berharap, kedepannya apa yang disampaikan tadi berdasarkan perundang-undangan masyarakat akan paham serta bisa cepat terwujud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here