Aksi massa HMI di Pendopo Kabupaten Cianjur




Laporan : Isan/Cece

Cianjur, metropucaknews.com – Aliansi Mahasiswa Universitas Surya Kancana (UNSUR) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cianjur bersama ratusan masyarakat lakukan aksi unjuk rasa. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur dan berlanjut dihalaman depan Pendopo, Selasa (23/7/).

Aksi demo yang dilakukan mengenai adanya pecemaran air bersih di kampung pnyaweuyan Rt 06/01 Desa Ciherang Kecamatan Pacet yang bersumber dari SPBU Ciherang.

“Aksi yang dilakukan hari ini sebagai bentuk perwujudan dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat yang berlandaskan kebenaran, adanya hal itu diibaratkan  pembunuhan secara perlahan akan dialami masyarakat adanya pencemaran terhadap air bersih dilingkungannya, “ujar fajrilah Samlawi saat berorasi

Ia melanjutkan, apabila hal ini tidak ditindaki secara tegas dan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku maka akan timbul permasalahan-permasalahan baru yang akan dialami masyarakat.

“Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami segenap Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) cabang cianjur dengan ini menuntut
agar pihak-pihak terkait segera menangani masalah ini dengan serius dan komprehensif sampai tuntas. DLH harus bersikap netral menjunjung tinggi kepentingan masyarakat dan melakukan penegakan hukum lingkungan hidup sebagaimana fungsinya.

Siapapun, dimanapun, dan kapanpun ada yang bertindak tidak atas nama kepentingan masyarakat, kami HMI akan selalu menjadi garda terdepan demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan melindungi Hak Asasi Manusia, ” tambahnya

Dilain pihak, warga kampung panyaweuyan Ludi(34)mengatakan, DLH harus bertindak tegas dengan membentuk tim investigasi untuk menemukan sumber daripada pencemaran tersebut dan harus segera menindak lanjuti kepada Bupati Cianjur untuk segara menutup para pelaku usaha yang diduga mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat.

“Pelaku usaha sudah terbukti mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat mereka harus mengganti rugi dengan memberikan fasilitas air bersih dan layak minum selama masa pemulihan serta melakukan normalisasi air yang tercemar, sehingga sumber air kembali normal, “ucapnya dengan nada tegas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here