Laporan: Sandi/Dhani

Cianjut,metropuncaknews,com – Ribuan buruh dari berbagai aliansi  yang tergabung dalam Aliansi Buruh Cianjur Menggugat (ABCM) menyalahkan Gubernur Jawa Barat dan Pj Bupati Cianjur. Karena aksi unjuk rasa tuntut kenaikan UMK di depan Pendopo Pemkab Cianjur, Rabu (25/11/2020) karena telah melanggar kesehatan.

“ Jangan salahkan kami melakukan aksi dimasa pandemi Covid 19, karena dianggap telah melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun, tapi salahkan Gubernur Jawa Barat dan Pj Bupati Cianjur,” ujar seorang orator di atas mobil komanda Garda Metal.

Bahkan orator juga menyinggung jika rekomendasi kenaikanUMK sebesar 8 persen tidak diubah pada saat-saat terakhir oleh Pj Bupati Cianjur menjadi nol persen, tidak akan ada aksi ini.

“ Tidak mungkin kami menggelar aksi membela buruh kalau ada kenaikan UMK,” teriaknya.

Terpantau ribuan orang yang melakukan aksi unjuk rasa sudah tidak ada lagi jaga jarak. Bahkan tidak sedikit yang tak bermasker selama melalukan aksinya.

Ketua ABCM Hendra Malik mengakui aksi unjuk rasa ini telah membuat kerumunan. Bahkan dianggap telah melanggar protokol keshatan. “ Semuanya ini gara-gara Gubernur Jawa Barat,” ujarnya singkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here