Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, JR. Ardhi saat ditemui di ruang kerjanya

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Guna menuju perkembangan dan kemajuan daerah, Pemkab Cianjur saat ini sedang menata ruang kota. Seperti dengan memindahkan akses pendidikan dan pusat perekonomian  ke perbatasan-perbatasan. Maka untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan jalur angkutan umum yang baru untuk menuju ke tempat-tempat tersebut.

Namun hal tersebut, sangat disayangkan mayarakat. Karena hampir sebagian besar masyarakat Cianjur khususnya yang ada di kota, pengusaha angkutan dan sopir angkot merasa dirugikan. Karena dampak dari tata ruang kota tersebut, berakibat pada perubahan jalur angkutan kota (angkot). Hingga banyak pemilik toko yang mengeluh karena sekarang sepi pengunjung.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, JR. Ardhi memaparkan, perubahan jalur angkutan tersebut merupakan upayanya untuk menunjang perkembangan dan kemajuan daerah.

” Terkait dengan perubahan jalur angkot ini merupakan upaya kami untuk menunjang kemajuan daerah, karena saat ini zona pendidikan dan perekonomian tidak lagi di pusat kota, tetapi dipindahkan ke perbatasan-perbatasan kota, sehingga untuk memobilisasi menuju kesana memerlukan jalur dan trayek baru,” kata Ardhi saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (28/8).

Adapun upaya yang dilakukan pihak Dishub Kabupaten Cianjur, saat ini masih mensosialisasikan memberikan pemahaman kepada masyarakat, para pengusaha angkutan dan sopir angkutan untuk memahami tujuan dari perkembangan dan kemajuan kota.

Disinggung mengenai penyebab kemacetan,  Ardhi mengaku, pelayanan jalur angkutan saat ini memang belum maksimal. Kendati demikian saat ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan tatanan kepolisian, masyarakat, pengusaha angkutan dan sopir angkot.

“ Di mana saja mereka (Sopir angkot) harus menurun dan menaikan penumpang dengan arah tujuan yang jelas dan tertib sehingga kami bisa mengurai titik kemacetan tersebut,” kilahnya.

Lebih lanjur Ardhi mengatakan, karena pergerakan kendaraan cukup padat, pihaknya pun harus ekstra keras mengawasi jalur sesuai trayek-trayek angkutan itu. “ Alhamdulilah yang sebelumnya memiliki 12 titik kemacetan sekarang tinggal 5 titik kemacetan,” tukasnya seraya menambhakan, untuk mencapai hasil  yang maksimal, pihak Dishub saat ini masih harus terus berkoordinasi lebih jauh lagi dengan pihak-pihak terkait.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here