Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Holisoh (50) warga Kampung Saronge RT 04/04, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur, Senin (23/03) hendak dibawa ke RSU Cianjur. Ironisnya,  sejauh 1,5 Km, Holisoh harus ditandu dengan menggunakan dua helai sarung.

Ditandunya Holisoh, karena akses jalan penghubung antar desa amblas terbawa longsor. Hingga mobil ambulan tidak bisa melewati Kampung Saronge mendekati rumah pasien. Tidak hanya itu saja, amblasnya jalan penghubung tersebut melumpuhkan perekonomian warga sekitar.

Salah seorang warga Kampung Saronge Asep Muchtar (45) menjelaskan, akses jalalan penghubung Desa Sukajadi dengan Desa  Margaluyu, Kecamatan Campaka, itu telah belasan tahun tidak pernah mendapat perbaikan. Dua hari lalu terjadi longsor dan ruas jalan amblas sepanjang 50 meter. Hingga akses jalan putus totol tidak bisa dilalui kendaraan apapun.

Karuan saja, hal itu membuat roda perekonomian warga sekitar lumpuh. Selain itu, warga yang sakit yang hendak dibawa ke RSU Cianjur jadi terhambat. Seperti Holisoh terpaksa harus ditandu sejauh 1,5 Km, dari rumahnya menuju tempat parkirnya  mobil ambulan. Karena itu, Asep memohon pada pihak Pemkab Cianjur, jalan yang amblas  segera diperbaiki.  

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Campaka, saat dihubungi awak media, Selasa (24/03), Mulya Saputra mengatakan, memang benar adanya bahwa akses jalan penghubung antara Desa  Sukajadi-Margaluyu, Campaka, itu telah belasan tahun tidak pernah mendapat perbaikan. Hingga pihaknya merasa bosan mengajukan perbaikan pada pihak Pemkab Cianjur. Terbukti hingga kini pun, belum ada perbaikan.

Tidak hanya itu saja, ternyata dua hari yang lalu kawasan Campaka diguyur hujan lebat. Hingga terjadi longsor dan akses jalan tersebut amblas. Hal itu mengakibatkan seluruh aktivitas warga lumpuh dan terpaksa membawa orang sakitpun harus ditandu terlebih dahulu.

Padahal, beberapa bulan yang lalu pihak Pemkab Cianjur, pernah berjanji, tahun 2020 akses jalan tersebut akan segera mendpat perbaikan. Anggarannya akan diambil dari anggaran dana CSR PLN. “Semoga saja hal itu benar adanya,” ujar Mulya Saputra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here