Laporan : Sam Apip/Agus

Cianjur, metropuncaknews.com – Pada Pemilu Serentak 2019, kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Cianjur, nampaknya kurang siap. Terbukti ada dibeberapa wilayah yang pengiriman logistik Pemilu, seperti Kotak Suara, Bilik Suara dan Surat Suara, terlambat. Bahkan ada yang pengiriman surat suaranya tertukar. Seperti yang terjadi Di Kecamatan Haurwangi Cianjur.   

Akibatnya, pelaksanaan pemungutan suara di TPS 19 Desa/Kecamatan Haurwangi, atau Daerah pemilihan (Dapil) III Cianjur, mendadak minta dihentikan. Pasalnya, seluruh kertas surat suara  yang akan dicoblos hak pilih tertukar dengan kertas surat suara TPS yang ada di Dapil IV Cianjur.

Informasi yang dapat dihimpun, kejadian tertukarnya kertas surat suara tersebut, setelah pelaksanaan berjalan kurang lebih 3-4 jam.

Tertukarnya Surat Suara tersebut, diketahui ketika salah seorang hak pilih, mencari Calegnya yang akan dicoblos disalah satu partai tidak ada. Melainkan nama orang lain yang tak dikenal. Setelah dilihat di atas kop surat suara tersebut, ternyata surat suara tersebut untuk pemilih yang ada di Dapil IV Cianjur. 

Saat itu juga salah seorang peserta pemilih langsung melaporkannya pada petugas TPS 19 juga pada para saksi. Setelah dilihat para petugas dan saksi, ternyata kertas surat suara tersebut untuk pemilih yang ada di Dapil IV Cianjur.  

Tentu saja kejadian tersebut membuat geger warga setempat. Hingga petugas TPS, saksi, relawan caleg terjadi adu mulut.  Saling salahkan yang akhirnya pelaksanaan Pemungutan Suara  di TPS 19 Desa Haurwangi dihentikan. “ Karena kalau diteruskan juga tidak ada gunanya sebab seluruh kertas suaranya tertukar dengan Dapil IV,” ucap Endan Rahmat Safari Caleg DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Berkarya Dapil III. 

Sementara itu, salah seorang petugas TPS 19 Desa Haurwangi. Deden Gunawan mengakui adanya kesalahan pengiriman surat suara dari KPU. Suarat suara yang diterimanya, seharusnya surat suara untuk pemilih yang ada di Dapil IV Kabupaten Cianjur. 

Kejadian tersebut langsung heboh dan banyak yang datang mendekat ke TPS. Saat itu pula proses pemungutan suara hentikan. Karena banyak yang protes bahwa pemungutan suara di TPS 19 minta diberhentikan dan saat itu pula Ketua TPS langsung melapor pada KPPS desa setempat dan melapor pula pada PKK Haurwangi. 

Diteruskan atau tidaknya pemungutan suara, akan dimusyawarkan terlebih dahulu dengan pihak KPPS, PPK maupun dengan pihak KPUD Kabupaten Cianjur.

“ Seharus hal seperti ini tidak perlu terjadi, tapi sekarang apa mau dikata nasi sudah jadi bubur, kami berharap kejadian tersebut bisa cepat terselesaikan,” ucap Deden.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here