Laporan : Shandi/AC

Cianjur, metropuncaknews.com – Adalah AS (48) warga Kampung Gombong Desa Limbangansari Kabupaten Cianjur. Laki-laki paruh bay ini diduga tega mencabuli Mawar (10) dan Bunga (10) (bukan nama sebenarnya) bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kejadian tersebut diketahui orang tua korban setelah menerima laporan dari anaknya. Korban diperlukan tidak wajar oleh sang predator anak.

Setelah mendengar laporan atas ulah sang predator anak, pihak keluarga segera melaporkannya ke polisi berdasarkan atas pengakuan kedua korban. Atas laporan tersebut, kini sang predator diamankan di Polres Cianjur, guna mempertanggungjaawabkan perbuatnya, Minggu (23/9).

Kakak korban, Fredy (35) mengatakan, awalnya adiknya, Mawar bermain ke temannya, Bunga yang masih dekat rumahnya (masih tetangga,red). Waktu itu sedang bermain Bongkar Pasang (BP) di depan rumah Bunga. Tiba-tiba di dalam rumah pelaku keluar (ayah Bunga), lalu menarik dua tangan korban satu persatu.

” Pengakuan dari adik saya, itu katanya pelaku ngancam segala sambil membawa clurit.  Kalau berteriak akan dibacok,” akunya.

Sambung Fredy, setelah ditarik ke dalam kamar. Katanya itu disuruh pegang kemaluannya pelaku, dan sambil lihat film porno (video) dari handphonenya. Karena merasa terancam atau ketakutan korban diam saja dilecehkan, dipegang payudara dan lainnya.

“Kalau Bunga anak tiri pelaku, katanya itu sudah hampir enam kali diperkosa oleh ayah tirinya itu. Miris juga geram melihat kelakuannya seperti itu, sebab sangatlah tidak wajar,” ujarnya didampingi, Yana (45) ayah Mawar.

Kuasa Hukum korban, Aep Lukman Nulhakim mengatakan, secara garis besar pelaku sudah ditangkap pihak kepolisian. Ia meminta agar pihak kepolisian bisa terus menggali informasi dari tersangka. “ Siapa tahu masih ada korban yang lain,” ungkapnya.

Aep Lukman mengimbau pada masyarakat yang merasa anak-anaknya menjadi korban pelecehan atau pun kekerasan seksual, supaya segera melapor ke pihak yang berwajib.

” Kita akan terus mendorong dan mendukung kepolisian, agar menuntaskan permasalahan ini. Kewaspadaan seluruh orang tua terhadap predator anak harus ekstra hati-hati,” kata dia, Rabu (26/9).

Kasus pelecehan seksual dan dugaan pemerkosaan tersebut kini sudah dilimpahkan ke Polres Cianjur. Bahkan kini sang predator anak sudah diamankan dibalik jeruji besi Polres Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here