Laporan: Sam

Cianjur, metropuncaknews.com – Saluran Irigasi Tercier Hilang sedikitnya kurang lebih 50 Ha sawah milik para petani di Kampung Pasir Dawuan, Sirnagalih, Bedahan kulon, Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, tiap musim kesulitan air, hingga sering mengalami kekeringan.

Hilangnya saluran Irigasi Tercier tersebut itu, akibat banyaknya bangunan rumah di bantaran Irigasi sekunder dan bangunan rumah yang menutup saluran irigasi tercier, hingga membuat bingung para petani.

Tokoh masyarkat Desa Mekargalih juga salah seorang petani yang sawahnya mengalami kekeringan, Lukman (39) menerangkan, hilangnya saluran irigasi tercier yang membentang dari Kampung Pasir Dawuan sampai Kampung Sirnagalih yang melewati Kampung Bedahan itu terjadi sudah cukup lama.

Dengan adanya itu, maka para petani tiap musim harus rela mengairi sawahnya dengan cara menyedot air dengan mesin diesel dari kali Ciranjang, hingga biaya produksi pertanian tiap musimnya bertambah.

“Tidak berfungsinya irigasi tercier sudah cukup lama dan para petani mengairi sawahnya menyedot air dari kali Ciranjang dengan menggunakan mesin desel, hingga biaya produksi pertanian bertambah,”

Tak berpfungsinya irigasi tercier itu akibat salurannya terhalangi bangunan rumah penduduk dan banyaknya rumah yang berdiri di bantaran irigasi sekunder,. Hal itu telah beberapa kali dilaporkan pada pihak desa maupun pada dinas pengairan Ciranjang, namun hingga kini belum ada realisasinya.

“Sudah dilaporkan pada Kepala desa dan pada dinas PSDAP Kecamatan Ciranjang, namun belum ada jawaban yang pasti,” Ucap Lukman.

Ia menambahkan, sekarang musim hujan, tapi para petani tetap saja tiap dua hari sekali menyedot air dari kali Ciranjang, karena tanaman padi masih membutuhkan air, “Biarpun sekarang musim hujan, para petani tiap dua hari sekali masih nyedot air dari kali Ciranjang,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here