Pembangunan rumah milik milik Suhada (61) warga Kampung Pasir Gede Raya RT.01/19, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com –  Anggota kepolisian yang satu ini, begitu dikenal dan akrab dengan masyarakat. Meski ia masih aktif bertugas di Polres Cianjur, namun ia peduli terhadap gerakan sosial kemanusiaan.

Bahkan ia tak segan dan tak sungkan untuk turun langsung berbaur dengan masyarakat yang tengah melakukan kerja bakti. Dia adalah Aiptu Saban Prayitno yang kini dipercaya untuk menjabat sebagai Kanit Sabhara di Polsekta Cilaku Polres Cianjur.

Ia merasa terpanggil untuk membantu, manakala ada kegiatan sosial yang tengah dilakukan masyarakat. Seperti saat melakukan bedah rumah milik Suhada (61) salah seorang warga Kampung Pasir Gede Raya RT.01/19, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Saban Prayitno turun langsung, menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu warga membangun rumah yang nyaris ambruk.

Tak hanya tenaga dan pikiran yang ia sumbangkan untuk masyarakat. Demi kelancaran pembangunan yang tengah dikerjakan masyarakat, ia pun tak sungkan-sungkan untuk merogoh kocek pribadinya.

Hal tersebut dikatakan salah seorang tokoh masyarakat M Ginanjar (50), yang telah merespon baik dan menilai upaya yang dilakukannya dan memang patut untuk ditiru.

” Ya, Insya Allah saya juga secara pribadi akan membantu sesuai kemampuan. Mudah-mudahan ada milik dan rejeki untuk semuanya,” ujar M Ginanjar.

Kegiatan bedah rumah itu kini baru tahap pasang pondasi, dinding rumah, kusen pintu, jendela dan pemasangan beberapa kayu.

Terhitung sampai saat ini rehab rumah milik Suhada yang dikerjakan warga secara bertahap, sudah berjalan dua minggu. Bahkan salah satu penggagas sekaligus mentornya pun, yakni Kanit Sabhara Aiptu Saban Prayitno langsung terjun membantu dan ikut membangun Rutilahu tersebut.

Terlihat di lokasi, beberapa warga yang sedang sibuk membantu gotong royong menggergaji sejumlah kayu untuk dinding tiang atap dan lainnya.

Bantuan tersebut murni secara pribadi dari salah seorang anggota kepolisian dan dibantu beberapa donatur yang secara ikhlas tanpa ada kontek atau niatan lainnya.

Ditemui dilokasi bedah rumah, ketua Panitia yang sekaligus mentor mengatakan, mohon doanya kepada semua pihak.

” Jelasnya saya sangat prihatin dan merasa miris. Maka itu saya bergerak bersama-sama warga untuk melakukan bedah rumah bukan Rutilahu. Kalau Rutilahu itu kan lebih kepada program bantuan dari pihak pemerintah, tapi kali ini ikhlas kita menolong terhadap tetangga yang betul-betul memang perlu dibantu,” kata dia.

Dirinya berharap pembangunan itu cepat selesai sesuai dengan apa diharapkan warga. Karena, kasihan ada satu keluarga yang rumahnya nyaris ambruk.

Sebelumnya dari latar belakang di kampungnya melihat ada satu keluarga yang hidupnya bisa dikatakan hidup dibawah garis kemiskinan. Sehingga akhirnya mungkin terketuk hati dan batinnya untuk membantu menolong terhadap sesama yang memang membutuhkan uluran tangan. Artinya ada inisiatif untuk merehab atau bedah rumah milik seorang warga.

Ketua RW 19, H Nur Haryono membenarkan, atas nama warga sangat merespon baik dan tentunya membantu salah seorang warga sebagai penerima manfaat. Karena, hampir sekitar puluhan tahun hidup Suhada bersama keluarga kondisinya sangat memprihatinkan dan memang patut dibantu.

” Kalau tidak percaya coba lihat langsung ke lokasi, kondisi atap atau genting pada bocor, dinding beralaskan bilik dan kain sarung sebagian besar itu menyelimuti gubuk deritanya,” kata Nur Haryono.

Sementara ditemui terpisah, Suhada (61),  dirinya tidak tahu harus berkata apa. Jelasnya, merasa sangat dibantu sekali dan penuh syukur, sudah ada yang peduli terhadap kehidupan keluarganya. Karena dirinya sudah hampir puluhan tahun, hidup dan tinggal di gubuk derita itu dengan kondisi seadanya.

” Ya, seperti terlihat dulu serba kotor dan kondisi rumah pun isinya berantakan. Bukannya tidak mau membenahi, namun karena kondisi sosial ekonominya yang tidak menentu.  hasilnya. Namun kini alhamdullah, ada yang mau menolong ibarat bintang jatuh dari langit. Dan alhamdullah kini sedang digeber pembangunannya,” ucap Suhada yang nampak terlihat senang dan gembira, hingga meneteskan air mata dengan adanya bantuan diberikan kepadanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here