Adi saat ditangani tim medis

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews – Adi Supriadi warga Kampung Cisalak Kubang RT. 03/01 Desa Sukasari Kecamatan Cilaku Cianjur Jawa Barat, mengalami luka bakar yang sangat parah.

Menurut keterangan, musibah yang dialami Adi itu terjadi sebelum tahun baru 2020. Karena luka yang dideritanya, saat ini Adi Supriadi tidak bisa bekerja. Sementara pembelian obat/salep luka bakar harus terus berjalan.

” Jangankan untuk beli obat/salep, untuk makan pun saya sudah sedapatnya, itu pun kalau ada yang nengok terus ngasih uang sama saya,” kata Adi, Jum’at (31/01).

Menurut keterangan dokter yang merawat Adi, luka bakar yang diderita Adi baru bisa sembuh sekurangnya 5 – 6 bulan. Itu pun kalau rutin diberi salep dan makan obat.

Adi memang tergolong warga miskin yang tak memiliki bantuan pemerintah dan memiliki BPJS, KIS ataupun yang lainnya. Karena itu Adi sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang dengan ikhlas membantunya.

Upaya yang dilakukan pihak keluarga Adi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah belum membuahkan hasil. Padahal jelas dalam “Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1953 Tentang Merawat Orang Orang Miskin Dan Orang Orang Yang Kurang Mampu, atau Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dalam pasal 34 ayat 1 dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Mengacu pada bunyi pasal UUD 1945 tersebut, seharusnya tidak ada lagi rakyat di atas bumi pertiwi ini yang masih hidup dalam taraf keadaan tidak layak, atau berada di garis kemiskinan. Kalaupun masih ada, maka menjadi kewajiban negara melalui pemerintah untuk memelihara dan membantunya. Semoga…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here