Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Allah Swt tidak akan menerima amal ibadah pusa bagi seseorang umat islam yang tidak menepati syarat syah dan rukun berpuasanya. Selain itu, Allah Swt juga tidak akan menerima amal ibadah puasa bagi seseorang  umat islam jika pernah membuat dosa terhadap ibu bapaknya, terhadap suami atau terhadap istrinya, sanak saudara dan berbuat dosa terhadap tetangganya.

Sebaliknya Allah Swt akan menerima amal ibadah puasa seseorang umat islam jika memenuhi syarat syah dan rukun berpuasa. Termasuk telah meminta maaf terhadap kedua orang tua, terhadap istri atau  suaminya, minta maaf terhadap sanak saudara dan pada tetangga setelah melaksankan ibadah shalat Idul fitri.

Hal itu diucapkan Ustad Ahmad Yusi Abdussalam ketika sedang melasanakan khutbah pada Shalat Idul fitri 1442 Hijriah/ 2021, di mesjid Jame Al-Qosasiyah Kampung Bedahan RW 10 Desa Mekargalih Kec. Ciranjang Kab. Cianjur,  Kamis (13/5/2021).

Selain itu, Ahmad Yusi menyayangkan jika umat islam yang tamat melaksanakan ibadah puasanya tapi tidak menepati syarat, rukun berpuasa dan durhaka terhadap kedua orang tua, suami istri dan terhadap orang lain yang tidak segera minta maaf terhadapnya pada lebaran. Karena  Allah Swt tidak akan menerima amal ibadah puasa mereka.

Dengan itu,” pada seluruh  jamaah yang hadir setelah selesai melaksankan ibadah shalat Idul Fitri, diharapkan untuk segera minta maaf dan saling memaafkannya. “ Supaya ibadah puasa kita diterima Allah Swt,” ujarnya menegaskan.

Setelah selesai melaksankan sholat idul fitri, seluruh jamaah melaksankan musafahah saling memaafkan atas segala dosa yang telah dilakukannya. Dilanjutkan pada acara berjamaah tawasyul di tempat yang sama,

“ Seluruh umat islam khusnya yang ada di Kecamatan Ciranjang, setelah selesai melaksankan ibadah puasa semoga kembali pada fitrah,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here