Bak sampah yang dibuat dari dana RT, tak digunakan warga, malah warga memilih membuang sampah ke kebun, saluran irihasi dan pinggir jalan. Ada apa dengan warga

Peliput : Cece

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk meningkatkan kinerja RT, Pemkab Cianjur telah menggelontorkan dana insentif untuk masing-masing Ketua RT. Dana tersebut, selain dipakai untuk keperluan Ketua RT juga dipakai untuk membangun di lingkungannya masing-masing.

Seperti membangun Saung Sawala disetiap ke RW an dan membangun  bak sampah di setiap ke RT an. Namun sayang, Saung sawala dan Bak sampah banyak tidak digunakan masyarakat.

Seprti halnya Saung Sawala. Bak sampah ukuran 1×1 meter yang ada di setiap ke RT an di  Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, tidak dimanfaatkan  masyarakat. Malah ditutup seng seakan tidak boleh digunakan, Bahkan ada beberapa bak sampah yang masih bersih, tidak dijadikan tempat sampah. Hinggga pembuatan bak sampah itu terkesan mubadir dan tidak bermanfaat.

Odang Obag (37) warga Kampung Cibening RT 02/02 Desa Cisarandi mengatakan, memang benar disetiap RT dibangun bak sampah ukuran 1 X 1 yang dibiayai dari dana program RT. Namun entah kenapa, setelah selesai dibangun, mayortas tidak digunakan untuk tempat pembaungan sampah. Dibiarkan begitu saja. Mungkin karena sempit juga setelah sampah menumpuk nantinya mau dibuang kemana.

Pasalnya, masih kata Odang, Desa Cisarandi tidak memimiki Tempat Pembuangan Sampah Sementara dan tidak memiliki kendaraan untuk membuang sampak ke TPA. Karena itu, warga Desa Cisarandi membuang sampahnya tak beraturan. Ada yang ke kebun, pinggir jalan raya, saluran irigasi dan ketempat lainnya yang dianggap aman.

“ Jadi dibangunnya bak sampah di setiap ke RT-an benar kurang bermanfaat, karena sejak dibangun hingga sekarang selama 5 bulan banyak bak sampah yang masih bersih, ditutup lembaran seng,” ucap Odang Obag, kemarin.

Sementara itu, anggota BPD,  Mamat Suhendi didampingi Sekdes Cisarandi Asep Kusnadi mengatakankan, dibangunnya bak sampah di setiap ke RT an, tiada lain untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan.

Namun nyatanya, banyak bak sampah yang selesai dibangun tidak digunakan masyarakat. Malahan banyak yang ditutup seng, seakan tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat pembuangan sampah.

Mwnurut dia, hal itu terjadi, mungkin adanya ketidak beresan antara masyarakat dengan pihak kepala desa. Karena masyarakat memilih membuang sampah ke saluran irigasi, kebun dan semak yang dianggap aman.

” Bingung,  entah ada apa, bak sampah tidak dimanfaatkan warga sama sekali, hingga pembuatan bak sampah jadi mubazir dan tidak bermanfaat,” ucap Mamat Suhendi yang diamini Asep Kusnadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here