Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Berbagai cara dilakukan orang untuk mendapat rupiah. Ironisnya, oknum-oknum yang ada di lembaga pemerintah pun, ikut-ikutan menggali rupiah dari masyarakat yang seharusnya dilayani. Seperti yang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur.

Yaitu, setiap pemohon administrasi kependudukan,. Baik itu KTP Elektronik, Kartu Keluarga dan yang lainnya, diharuskan membeli Map di koperasi yang ada di belakang kantor Disdukcapil. Alasannya sih cukup realistis. Agar berkas permohonan yang bersangkutan rapih dan tidak tercecer.

Namun yang menjadi permasalahan bagi masyarakat, harga Map yang ditawarkan tidak sesuai. Koperasi yang bekerjasama dengan Disdukcapil itu, menjual Map tersebut seharga Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) / Map. Padahal harga Map di tempat lain hanya seharga Rp. 1.000, – sampai Rp. 2.000,-.(paling mahal). Karuan saja hal tersebut menjadi pembicaraan dan sorotan masyarakat.

Agus (40), salah seorang warga asal Kecamatan Cipanas mengatakan, pelayanan adminduk ini bikin ia keder. Pasalnya, sebelum mengambil antrian, ia disuruh beli Map dulu di koperasi yang ada di belakang, dengan harga Rp.5000,-.

“ Padahal kalau di warung harganya hanya seribu atau dua ribu saja,” ungkapnya saat ditemui awak media, Selasa (28/8).

Sementara Kabid Layanan Informasi Kependudukan, Dundi Fajar  menjelaskan, pihaknya menginginkan semua masyarakat saat mengajukan, persyaratannya disusun rapih dalam Map. Supaya saat diperoses tidak tercecer. Jadi dokumen masuk sana masuk sini aman. Karena itu, pihaknya mohon pada masyarakat untuk menggunakan Map saat pengajuan.

Artinya, untuk lebih menertibkan saja,  dan pihak Disdukcapil pun tidak memaksa masyarakat untuk membeli Map disini. Kalau pun menggunakan Map bukan dari sini itu tidak jadi masalah.

“ Awalnya disini kita adakan peningkatan pelayanan, artinya pelayanan yang istilahnya diusahakan satu hari itu selesai, sebelumnya kan diberi resi dulu, dua hari kemudian balik lagi ke sini,” jelasnya.

Dundi juga mengatakan, sebetulnya ia juga sudah mewanti-wanti pada karyawan Disdukcapil agar jangan mengarahkah beli map disini. “  Yang penting bisa mengikuti prosedurnya saja,” aku Dundi.

Disinggung mengenai harga Map yang dinilai tidak sesuai, Dundi mengaku tidak tahu menahu.  ” Kalau masalah harga kita tidak bisa menjawab, lebih baik tanya saja pihak kopersi, kenapa harganya bisa lima ribu,”singkatnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here