korban keracunan dibawa ke Puskesnas Ciranjang

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com –  Sedikitnya 68 Orang warga Desa/Kecamatan Ciranjang, diduga keracunan makanan seusai pulang dari hajatan keluarga Nanang, warga Kampung Curug RT 04/06 Desa/Kecamatan Ciranjang Cianjur, Sabtu (30/06). Korban setelah menyantap makanan dari tempat hajatan, terasa mual-mual, pusing, muntah dan BAB. Hingga sekujur tubuh terasa lemas, lesu dan pusing. Korban pun segera dibawa ke Puskesmas Ciranjang.

Setelah beberapa jam ditangani pihak Puskesmas dengan serius, secara berangsur sebahagian korban dipulangkan ke rumahnya. Utamanya para korban yang dianggap sudah reda penyakitnya juga dibekali obat secukupnya. Sedangkan korban yang masih dianggap berat, dirawat di Puskesmas, Ciranjang.

Salah seorang korban,  warga Kampung Curug RW 06, Arni Rinjani (45) saat ditanya di Puskesmas mengatakan, dua jam setelah pulang dari hajatan terasa pusing, mual-mual dan  langsung muntah dan  BAB berulang ulang kali. Hingga badannya terasa lemas dan saat itu pula dibawa ke Puskesmas Ciranjang oleh keluarganya.

Setelah tiba di Puskesmas Ciranjang, ternyata sudah banyak tetangga yang menderita sakit yang sama. Tentu saja hal tersebut membuat dirinya kaget. “ Setelah melihat kenyataan itu baru sadar bahwa saya keracunan makanan yang berasal dari makanan di tempat hajatan pernikahan, tadi siang,” ucap Arni pada awak media.

Sementata itu, Kepala Puskesmas Ciranjang, dr. Elfira Firdaus saat dimintai keterangan mengatakan, memang benar pihak Puskesmas Cirnjang, sedang menangani 68 orang warga Kampung Curug, RT. 04/06, Desa Ciranjang, yang diduga menderita keracunan makanan. Dari 68 orang korban keracunan, 10 persen diantaranya usia anak dibawah umur dan 17 orang korban sudah dipulangkan.

Menurut Elfira, pasien datang ke Puskesmas Ciranjang sejak pukul, 16,00 WIB  dengan kondisi pusing, mual, muntah dan sering BB, diare. Setelah ditangangi secara medis, selang beberapa menit memudian, penderita keracunan terus berdatangan secara berangsur, hingga tempat tidur di Puskesmas penuh.

Tapi setelah ditangani dengan serius, maka korban yang sudah pulih penyakitnya segera dipulangkan kerumahnya dengan dibekali obat secukupnya. Sedangkan bagi korban yang lansia dan usia anak dibawah umur dan korban lainnya, itu terus dirawat secara intensif.

Karena usia anak dan lansia bila menderita diare. maka dihidrasinya cukup tinggi,  lebih cepat kekurangan air didalam tubuhnya. Maka hal itu menjadi perhatian penanganan pihaknya. Semua pasien keracunan tidak akan dirujuk ke RSU Cianjur, karena hal tersebut, hingga kini masih bisa ditangani pihak Puskesmas.

Selain itu, pihaknya telah mengamankan bukti fisik makanan dari tempah hajatan dan muntah korban yang disimpan di dalam kulkas milik Puskesmas Ciranjang. “ Makan dan muntahn korban itu,  nantinya akan dijadikan sempel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Elfira Firdaus.

Dilain pihak, Camat Ciranjang Saepul Anwar yang saat itu sedang berada di Puskesmas menambahkan, dengan  terjadinya keracunan masal yang diduga akibat makanan dari hajatan pernikahan warga Desa Ciranjang, pihaknya ikut perihatin dan membuat dirinya cukup terpukul.

Karena takut adanya korban. Namun setelah berkoordinasi dengan  Puskesmas dan melihat sudah banyak korban kercunan yang dianggap sembuh hingha dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Dirinya baru merasa tenang. Karena tentu saja hal tersebut menandakan bukan kejadian dianggap berat, hingga bisa ditangani denga cepat dan hanya cukup dirawat di Puskesmas.

Selanjutnya Saepul Anwar mengimpau pada seluruh warga Desa Ciranjang, jangan terlalu khawatir dan panik atas kejadian tersebut. Karena diare yang diduga berasal dari makan pada hajatan, itu bisa ditangani dengan cepat di Puskesmas Ciranjang. “ Semoga saja seluruh korban bisa dipulangkan ke rumahnya besok hari,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here