Keluarga Besar Afgan 1981

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Tegur sapa, bersenda gurau dan kadang saling ejek, itu hal biasa sesama teman saat duduk di bangku sekolah dengan seragam putih coklat. Yaitu Sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Cianjur dan pada tahun 1981, seluruhnya berpisah, keluar meninggalkan sekolah.

Tidak sedikit teman seangkatan yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan ada yang ditugaskan di setiap peloksok daerah yang ada di Kabupaten Cianjur dan kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Jawa Barat. Hingga seluruh teman seangkatan tersebut, sulit untuk bertemu.

Seiring dengan berputarnya waktu dan perkembangan jaman di abad canggih seperti sekarang, ternyata seluruh teman  seangkatan yang pernah hilang selama kurang lebih 36 tahun, sekarang  bisa berkumpul di salah satu media sosial Whats App (WA). Grup ini  diberi nama Group Alumni PGAN (Apgan). Hingga teman yang bergabung ada kurang lebih sebanyak 100 orang. Masih banyak  teman lainnya yang belum bergabung.

Group WA tersebut dijadikan ajang komunikasi, silaturahmi, shering, saling motifasi, saling sapa dan tidak terlepas selingan guyon, gurau, canda  tawa layaknya anak sekolah pada jaman 1981. Sepertinya tak terhalangi dengan jabatan yang mereka sandang sekarang.

Biarpun lewat group WA, tiap saat bisa berkomunikasi. Karena sampai saat ini masih banyak teman yang belum bisa bertemu langsung. Tapi bercanda gurau terus lancar, hingga dalam benak pikiran dan penglihatan mata hati, seluruh teman masih terlihat bentuk wajah,  rambut dan gaya berjalannya. Nampak semua masih seperti dahulu di 1981 padahal sekarang sudah 2018.

Seperti yang diucapkan Yeti Qobtiah (55) salah seorang Apgan 81 yang sekarang tinggal di Kota Tangerang. Ia berucap terimakasih bisa dipertemukan kembali dengan seluruh teman sekolah tempo dulu. Biarpun baru dalam group media sosial, biarpun belum berjumpa secara dohir,  tetap saja hal itu mampu melepas rasa rindu dengan teman seangkatan. Bisa silaturahmi, sharing, bergurau, tegur sapa dan guyon.

Juga saat perang tulisan. guyon, canda ria, sekan dalam benak pikiran dan mata hati eluruh wajah temen masih seperti yang dulu di 81. Ganteng, cantik, galak, crewet, pendiam dan noyod, itu yang tersirat tiap-tiap bergabung di group medsos.

Tapi nyatanya jauh yang apa terbayang dalam benak pikiran, Karena setelah berkaca, kulit muka terlihat tua. Kadang mick up pun sulit menempel di wajah. Leher terlihat tiga susun dan kulit perut sudah ada beberapa susun pula alias sudah keriput dan peot. Hal itu itu menandakan di 2018 ini, sudah benar-benar tua.

” Kawan maafkan aku, di group sering bercanda gurau,  kadang meledek tulisan yang salah, itu karena perasaan masih 81 tapi ternyata sekarang sudah 81,” tutur Yeti melalui telpun selulernya.

Senada yang diucapkan Asep Satibi (55) yang sekarang bertugas dan berdomisili di Cianjur Selatan. Asep menyebutkan, saat kita silaturahmi, sharing dan senda gurau di group WA, seakan masih sama-sama duduk di bangku sekolah 36 tahun yang silam. Kadang menyapa tak memakai kalimat bapak atau ibu. Padahal seluruh teman sudah memiki jabatan yang penting di Kabupaten Cianjur dan kota lainnya di Jawa Barat.

Ada yang sudah menjadi Kepala Sekolah, SD, SMO, SMA dan ada pula yang sudah menjadi pejabat di Pemkab Cianjur. Karena pikiran dan mata hati membayangkan wajah lama, masih duduk dibangku sekolah, hingga jabatan seluruh teman tidak terangkat saai cetingan di group Apgan.

” Maaf kawan bukannya saya tak menghargai pangkat jabatan kalian, karena masih mengangap seluruh teman Apgan, teman yang dulu dan menganggap saudara yang tak terhalangi dengan batas usia, jabatan maupun jaman,” kilah Asep Satibi.

Dilain pihak, salah seorang anggota Apgan 81 yang bertugas di Kantor Kecamatan Sukaluyu, yang akrab disapa Aep Ibing (55) menambahkan, silaturahmi, sharing, tegur sap dan canda gurau, itu sah sah saja. Mau menyapa tanpa pangkat dan jabatan juga, karena seluruh anggota group tersebut, bukan siapa-siapa melainkan seluruhnya teman semasa sekolah dulu.

Aep mengatakan, jadikanlah group WA ini untuk bersilaturahmi, sharing, bertukar pengalaman, wawasan dan pengetahuan. Karena kebetulan seluruh teman tugasnya beraneka ragam sesuai dengan jabatannya. Hingga pengalaman dan wawasannya juga akan berbeda. Manfaatkan lah group tersebut, semaksimal mungkin. Namun tidak diharapkan mengaflod vidio, gambar dan tulisan yang tidak mendidik atau berbau porno.

Selanjutnya Aep, mengajak kepada seluruh teman untuk segera saling memafkan. Karena sebentar lagi akan melaksanakan ibadah puasa. “Sebelum ibadah puasa seluruh tubuh kita harus bersih dari semua  hadas dan batin kita  harus bersih dari kealfaan, kehilapan dan kemunafikan,” ucap Aep.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here