Massa anti LGBT kembali datangi DPRD Cianjur

Laporan : Shandi/R Dhany 

Cianjur, metropuncaknews.com – Untuk kali kedua gedung DPRD Kabupaten Cianjur, didesak ribuan massa yang menentang keberadaan Lesby, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Cianjur, Jum’at (26/10) kemarin.

Ribuan massa yang terdiri dari tokoh Islam, santriawan-santriawati, komunitas Islam dan Ormas, yang hadir dalam aksi. Berbeda dengan massa aksi, Selasa (22/10) sebelumnya, yang menolak LGBT dan mendesak Dewan dan Bupati Cianjur segera mengambil sikap.

“ Tak terbayangkan jika kedua massa aksi tersebut, melakukan aksi yang sama dihari yang sama pula,” ujar salah seorang warga yang lewat ke gedung DPRD Cianjur.

Selama aksi berjalan para pimpinan ponpes, komunitas Islam, Ormas dan tokoh Islam melakukan orasi menyampaikan kecaman keras penolakan LGBT dan mendesak Dewan dan Bupati Cianjur, untuk segera mengeluarkan peraturan daerah (Perda) tentang LGBT yang kini sedang marak.

Jamaludin Junaedi aktivis ormas Islam kepada awak media seusai melaksanakan kegiatan audensi mengatakan, kedatangannya beserta seluruh ormas Islam ke gedung Dewan ini, adalah untuk mengusulkan dan dengan keras medesak DPRD untuk segera membuat Perda khusus pemberantasan atau penanggulangan LGBT di Cianjur.

Dirinya melihat pemkab ini terlalu lembek, mengeluarkan surat regulasi saja baru kemarin. Padahal pada bulan Januari lalu, ia sudah melakukan seminar yang besar, dan temen-temen media pun turut hadir dalamnya.

” Nah, yang kita mau, ini tidak main-main, jangan sampai LGBT itu tidak tertahankan, saya kroscek di Medsos, itu ada lebih dari 10 (sepuluh) grup kaum Gay di Cianjur ini.” ujarnya..

Jamaludin menambahkan, kali ini masyarakat Cianjur, benar-benar menuntut untuk tidak main-main. Kalau main-main semua kita jewer lagi. “ Semua komponen lapisan masyarakat di Cianjur ini, tidak hanya Islam tapi di luar Islam juga gak mau ada LGBT,” kata Jamaludin.

Ditemui terpisah Hj. Istinganah SH, Sekretaris Komisi I DPRD Cianjur dari Fraksi partai PKS, menuturkan, pihaknya akan mengajukan Perda tentang LGBT. Untuk itu, pihaknya  juga akan kumpul dulu bersama-sama dengan semua ormas yang ada. Kalau perlu anggota LGBTnya juga hadir yang penting mereka sudah di akomodir. “ Karena semua itu bukan keinginan mereka saja, kami juga mempunyai keprihatinan yang sama,” tuturnya.

Nanti bagaimana penelitian badan  pembuat rancangan peraturan daerah (Perda) bersama anggota dewan yang hadir. “ Kalau memang fraksi-fraksi yang lain juga sepakat, nantinya kita akan menanda tangani, minimal kan lima orang, dan semua fraksi boleh,” imbuhnya.

Hj. Istinganah mengharapkan, nanti di dalam peraturan daerah  itu, ada solusi-solusinya. “ Bagaimana merehabilitasinya, menanganinya, akan dibuat seperti apa dan kalau memang perlu ada sanksi ,” jelasnya.

Tepat pada pukul 14.45 Wib, seluruh massa aksi bertolak ke masjid agung Cianjur untuk melaksanakan shalat ashar berjamaah. Setelah semua rancangan acara selesai massa pun membubarkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here