Petugas saat akan mengamankan tersangka yang mengaku petgas pendamping PKH yang ditangkap warga

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Petugas Pendamping Penerima Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cianjur, nampaknya perlu dibenahi. Supaya mereka mampu bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai Petugas Pendamping PKH. Pasalnya, selama ini banyak pihak yang menilai, Petugas Pendaping PKH belum mampu bekerja sesuai dengan tupoksinya. Dampaknya, terjadi dugaan penyelewengan yang bukan saja merugikan masyarakat, tapi juga merugikan negara.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Cianjur, terbukti dengan terulangnya kembali pelaku penipuan terhadap warga untuk dijadikan salah satu penerima PKH.

Adalah Mahmud (40), warga Kampung Limbangansari RT 02/08 Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur Kota. Mahmud terpaksa harus berususan dengan pihak yang berwajib. Pasalnya ia meminta sejumlah uang kepada calon korban dan meminta data warga yang selanjutnya akan dimasukan menjadi anggota PKH.

Kepala Bidang (Kabid) Bantuan dan Perlindungan Sosial Kabupaten Cianjur, Widiawan mengatakan, pihaknya merasa prihatin atas adanya modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku yang mengaku sebagai Petugas Pendamping PKH.

Menurut dia, hal tersebut sangat mencoreng nama Petugas Pendamping PKH. Selain itu posisi pendamping memang sangat rentan sekali untuk dijadikan modus sama pelaku.

” Sebenarnya kejadian seperti ini, pernah terjadi di tahun 2016. Namun ternyata saat ini terulang kembali, dengan modus yang sama mengiming-imingi korban akan dimasukan ke datarpenerima PKH,” ungkap Widiawan, kepada awak media di Kantor Polsek Cianjur Kota, Rabu (19/9) kemarin.

Widiawan mengatakan, ada laporan dari korban yang menyebutkan korban didatangai oknum pendamping PKH dari kecamatan. Selanjutnya korban melaporkannya kepada Ketua RT setempat, sehingga pelaku (Mahmud) segera ditangkap oleh warga dan diserahkan ke Polsekta Cianjur.

” Menurut informasi, pelaku sudah diamankan pihak kepolisian. Dan kami pun langsung memastikan apakah betul petugas pendamping PKH, alhasil setelah kita lihat si pelaku bukan dari petugas pendamping PKH,” katanya.

Lebih lanjut Widiawan mengatakan, saat ini masyarakat sudah pintar dan memang sebelumnya sudah diberikan pemahaman. Untuk menjadi anggota penerima PKH itu langsung dari petugas pusat dan bukan petugas daerah. Karena kalau untuk daerah sifatnya hanya mendata saja.

” Saya rasa sekarang, semua masyarakat sudah pintar. Karena aturan dan prosedur untuk menjadi anggota PKH itu bukan hanya didata saja melainkan butuh proses,” jelas Widiawan.

Kanit Reskrim Polsekta Cianjur Ipda Dadang  mengatakan, berdasarkan laporan dari masyarakat Desa Nagrak atau wilayah Polsek Cianjur Kota, ada seorang warga yang diamankan warga. Karena mengaku sebagai petugas pendamping PKH dari Kecamatan yang akan mengurus data calon korban yang selanjutnya akan dimasukan menjadi anggota penerima PKH. Selanjutnya korban pun dimintai uang bervariatif. Ada yang Rp 700 ribu dan ada juga yang Rp 400 ribu per KK nya.

” Setelah kita cek ke lokasi, ternyata benar ada seseorang yang diamankan warga karena mengaku sebagai petugas pendamping PKH kecamatan,” ungkap Ipda Dadang.

Menurut Ipda Dadang, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku bermodus mengurus dokumen si calon korban seperti pembuatan akta kelahiran, dan buku nikah. Nantinya setelah semua beres si pelaku minta sejumlah uang dan dijanjikan akan menjadi anggota penerima PKH.

Berdasarkan penyelidikan sementara, pelaku (Mahmud) sudah melakukan aksinya selama satu tahun dan berdasarkan pengakuan si pelaku katanya setiap melakukan aksinya ditemani oleh Asep.

“ Pihak  kepolisian akan terus melakukan pengembangan, selain itu pihaknya juga akan menanyakan sudah berapa banyak jumlah korban yang tertipu oleh pelaku dalam melakukan aksinya,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here